METROPOLITAN – APA yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Semua amalan baik dan hal buruk yang kita lakukan akan diperhitungkan. Semua ada ganjarannya.

Tapi, ada balasan yang diberi Allah SWT langsung saat orang tersebut masih di dunia, ada pula yang dibalas di akhirat. Seperti dalam kisah berikut.

Ada seorang murid yang bertanya ke­pada gurunya, ”Ustadz, berapa banyakkita berdosa kepada Allah SWT dengan tidak menu naikan hak-Nya, tapi ke­napa Allah SWT tidak men­ghukum kita?.” Kemudian sang guru menjawab, ”Se­berapa sering Allah Ta’ala menghukummu tapi engkau tidak terasa?.” ­

Sang guru melanjutkan, ”Sesungguhnya salah satu hukuman Allah Ta’ala yang terbesar adalah sedikitnya taufiq (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal kebaikan. Seseorang diuji dengan musibah besar dari kekerasan hati dan ke­matian hatinya.

Contohnya Allah SWT men­cabut rasa bahagia, dengan munajat kepada-Nya, meren­dahkan diri kepada-Nya, me­nyungkurkan diri di hadapan- Nya. Tidak diberikan rasa khusyuk saat salat.

Sadarkah engkau, berapa harimu yang terlewati tanpa membaca Alquran, tidak ter­sentuh ayat Alquran meski kau mendengarnya. Berapa malam yang telah engkau lalui tanpa qiyamullail di hadapan Allah SWT.

Hukuman berat itu adalah engkau merasa berat menja­lankan amalan tersebut. Li­dahmu seolah tertahan untuk melakukan dzikir kepada Allah SWT dan terkadang lemah di hadapan hawa nafsu.”

(cat/dre/er/wan)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here