METROPOLITAN – Ade Firman alias Keling tak berkutik saat polisi menang­kapnya. Betapa tidak, lelaki berusia 33 tahun itu diduga nekat membobol toko emas di Jalan Ahmad Yani, Kota Suka­bumi, hanya gara-gara judi online. Ulah buruh serabutan itu pun menyebabkan pemilik toko emas tertua dan terbesar di Kota Sukabumi merugi hingga puluhan juta.

Kapolsek Cikole Kompol Suwardi men­gatakan, penangkapan Keling yang juga residivis ini berdasarkan laporan korban. Polisi menyelidiki kasus tersebut menang­kap pelaku tanpa perlawanan. ’’Hasil penyelidikan pelaku ini sering keluar ma­suk warnet,’’ katanya.

Suwardi menjelaskan, Keling menjalan­kan aksinya dengan memanjat pagar hingga masuk lantai tiga. Keling kemu­dian mencongkel atap dan masuk ke toko yang ada di lantai dasar. Kondisi toko emas yang sepi, membuat Keling bebas mengobrak-abrik seisi ruangan.

Meski tidak mendapatkan emas yang diincarnya, Keling sukses menggondol uang tunai yang tersimpan di laci toko hingga mencapai Rp50 juta. “Pelaku men­congkel tempat penyimpanan uang dengan linggis,” katanya. Kepada polisi, Keling mengaku menghabiskan uang hasil cu­riannya untuk judi online. Selain bermain judi, Keling juga menggunakan uang hasil pencurian untuk membeli pakaian. ”Hanya dengan satu bulan uang Rp50 juta habis,” ujarnya.

Menurut dia, tersangka akhirnya ditang­kap setelah pihaknya melakukan penyeli­dikan dan ada laporan warga yang me­lihat tersangka sering nongkrong di salah satu warnet di wilayah Kampung Cijang­kar, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Ci­kole.

“Kami masih mengembangkan kasus ini,” ujarnya. Polisi pun menjerat Keling dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun.

(kps/suk/er/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here