CIBINONG – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di wi­layah Barat, Kabupaten Bogor, seluas 34,4 hektare ditengarai melebihi kapa­sitas. Dalam sehari, pengiriman sampah mencapai 438 ton. Untuk itu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Ka­bupaten Bogor bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Depok terus mendorong dan mengirimi surat ke­pada gubernur untuk percepatan TPAS Nambo di Kecamatan Klapanunggal seluas 55 hektare untuk direalisasikan.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sam­pah DKP Kabupaten Bogor Dyan Heru Sucahyo menuturkan, saat ini daya tampung TPAS Galuga di wilayah Barat, Kabupaten Bogor, telah overload. “Ka­mi berharap TPAS Nambo segera di­realisasikan,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Heru itu mengatakan, terkait dorongan dan masukan untuk direali­sasikannya TPAS Nambo itu ada di bawah koordinasi Provinsi Jawa Barat melalui Balai Pengelolaan Sampah Re­gional (BPSR).

“Kabupaten dan Kota Bogor serta Kota Depok sudah beberapa kali mengirim surat untuk percepatan TPA Nambo ke­pada gubernur maupun menteri Peker­jaan Umum dan Perumahan Rakyat yang ada di Jakarta untuk mempercepat TPAS tersebut. Sebab, akan dikelola sesuai UU No 18 Tahun 2008,” jelasnya.

Belum lama ini, sambung dia, pem­bahasan terkait perpanjangan masa kontrak TPAS telah dibahas anggota DPRD Kabupaten dan Kota Bogor. “Biasanya masa kontrak itu 15 tahun dan diharapkan TPAS Nambo dapat dipercepat dan digunakan,” ujarnya.

Terkait persoalan dan kendala yang se­ring ditemui di lapangan yakni masalah sosial dan lingkungan masyarakat. “Harus diakui pengelolaan sampah di Indonesia belum sesuai standar yang ditentukan. Tapi saya berharap dorongan ini bisa ter­wujud,” pungkasnya.

(yos/b/sal/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here