METROPOLITAN – Seorang kepala kedusunan (kadus) Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, dihadang komplotan begal, kemarin. Korban, Ade Badri (25), ters­ungkur meski uang yang dibawanya digasak pelaku.

Informasi yang dihimpun, peristiwa berawal saat korban hendak berangkat kerja dengan mengendarai motor sen­dirian dari rumah menuju Kantor Desa Bojongtipar. Setibanya di Jalan Cimerang, tepatnya kilometer 8 yang sepi dan ti­dak ada perumahan penduduk, tiba-tiba muncul empat lelaki tak dikenal. Korban pun dihadang pelaku yang membawa golok.

”Pas belokan depan SD Artana saya dicegat empat orang sambil mengancam. Saya tidak bisa melawannya,” kata Ade, kemarin. Ade pun tak berdaya, apalagi pelaku mengalungkan golok di lehernya dan menggasak uang Rp2,5 juta serta surat-surat administrasi. “Saya lihat ada empat orang yang kabur setelah me­rampas tas, motor saya tidak diambil,” akunya.

Usai dirampok, korban nampak lemas di pinggir jalan. Kebetulan, warga melin­tas dan melihatnya di pinggir jalan. Korban langsung memberitahu pihak desa dan warga lainnya. Ade mengaku tidak mau melaporkan kejadian ini ke­pada polisi.

Ia juga menilai peristiwa tersebut se­bagai musibah dan uang Rp2,5 juta yang raib dirampas pelaku adalah milik pribadi. “Sudahlah ini musibah saya kurang waspada, saya belum terpikir untuk lapor polisi,” kata korban Ade. Menurut Ade, para pelaku begal yang berjumlah empat orang kabur dengan mengendarai dua unit motor. Korban hanya mampu mengenali satu motor yang digunakan pelaku jenis Yamaha Byson tanpa nomor polisi.

Usai menggasak uang korban, pelaku kabur ke arah utara. Ade tak bisa menge­jar lantaran terjatuh dari motor. Ia ma­sih bersyukur lantaran nyawanya selamat. Meski korban tidak melapor, jajaran Polsek Jampangtengah turun ke lokasi usai mendapat informasi.

Kapolsek Jampangtengah AKP Samsuri mengatakan, kasus tersebut bukan per­soalan korban lapor atau tidak lapor melainkan ada informasi begal yang membuat resah. “Korban tetap akan periksa sebagai saksi untuk dimintai keterangan,” ujarnya. Menurut Samsuri, informasi sekecil apa pun terkait ciri-ciri pelaku dan info pembegalan akan sangat membantu polisi dalam menang­kap para pelaku.

(suk/er/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here