METROPOLITAN – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi meminta agar setiap dae­rah membentuk Satgas Perlindungan Anak di tingkat RT/RW. Langkah terse­but dilakukan untuk mempercepat penanganan kasus kekerasan terhadap anak di daerah.

Pengurus RT/RW, menurut lelaki yang akrab disapa Kak Seto itu bisa dilibatkan dalam melaporkan setiap kasus keke­rasan terhadap anak ke polisi. Nantinya dalam kepengurusan RT tak hanya di­bentuk seksi kebersihan dan keamanan, melainkan ada seksi perlindungan anak. “Sehingga ketika terjadi kasus kekerasan terhadap anak bisa segera ditangani dengan cepat,” ujar Kak Seto di GOR Merdeka, Kota Sukabumi, kemarin.

Kak Seto menjelaskan, Satgas Perlin­dungan Anak harus menjalin koordi­nasi dengan polisi agar proses penanga­nan kekerasan dilakukan sesuai keten­tuan yang berlaku. “Saat ini di Indone­sia baru ada empat daerah yang telah melaporkan terbentuknya Satgas Perl­indungan Anak hingga di tingkat RT/ RW,” terangnya.

Keempat daerah itu, lanjut dia, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kabu­paten Banyuwangi, dan Kabupaten Bengkulu Utara. Idealnya, semua kota/ kabupaten membentuk Satgas Perlin­dungan Anak di tingkat RT//RW. ”Kami dorong Kota Sukabumi juga memben­tuk satgas di RT,” imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi Mo­hamad Muraz mengatakan, pemkot berupaya mencegah terjadinya tindakan kekerasan terhadap anak. Salah satunya menggiatkan penam­bahan wawasan mengenai perlindun­gan anak kepada orang tua dan guru di sekolah. “Langkah perlindungan anak saat ini mendapatkan tantangan berat, khususnya terkait pengaruh tontonan negatif di media te­levisi dan gadget,” imbuhnya.

(rep/er/ py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here