Unjuk rasa yang dilakukan sopir angkot trayek 32 jurusan Cidahu- Cicurug sudah berakhir. Tapi masih ada cerita yang tersisa di balik aksi yang sempat membuat heboh itu. Salah satunya kisah kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi yang menyelamatkan sopir dan nyaris diamuk massa.

METROPOLITAN – KEPALA Desa Mekarsari Iwan Ridwan mengatakan, dirinya sempat menyelamatkan sopir dan kernet truk yang nyaris dihajar massa pada aksi yang digelar Jumat (16/9) lalu. Setelah massa membubarkan diri, tepatnya depan Balai Desa Mekarsari, kericuhan pun terjadi.

Massa kemudian memecahkan kaca spion truk ekspedisi yang kebetulan berpapasan saat melintas dari arah Cidahu menuju Jakarta. Spontan, Iwan dibantu beberapa personel Polsek Parakansalak berusaha menyelamatkan sopir nahas itu dari amukan massa.

Sopir bernama Yatno, warga Cakung, Jakarta Timur itu mengaku ia bersama kernet dan parkir di pinggir jalan sejak pukul 10:00 WIB. Nah, sekitar pukul 14:00 ia mendapat informasi dari ojek yang melintas kalau demo sudah usai dan spontan dirinya melajukan truknya tersebut.

“Pas tiba di tikungan depan Balai Desa Mekarsari dari arah berlawanan terlihat rombongan angkot konvoi membubarkan diri,” kata Iwan, warga sekitar. Hal itu memicu kemarahan sopir angkot yang pulang berunjuk rasa. Mereka berusaha memukuli sopir truk dan kernetnya.

Petugas Polsek Parakansalak Brigadir Asep bersama rekannya segera mengamankan dan mengendalikan lokasi hingga massa membubarkan diri. Asep mengatakan, kejadian tersebut harus diambil hikmahnya agar setiap aksi unjuk rasa tidak merugikan semua pihak. “Sopir truk itu akhirnya meneruskan kembali perjalanannya menuju Jakarta,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, jalan rusak di Kabupaten Sukabumi yang tak kunjung diperbaiki membuat warga dan sopir angkot geram. Mereka pun melakukan aksi mogok dan memprotes rusaknya jalan di lintasan yang dibiarkan hingga bertahun-tahun.

(cmr/hep/er/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here