SHARE

METROPOLITAN – Menjelang perayaan Imlek, perajin baron­gsai di Bogor mulai kebanjiran pesanan. Salah satunya adalah outlet barongsai dan liong mi­lik Lily Hambali. Pemesannya pun tidak hanya berasal dari Jabodetabek, tapi juga dari beberapa wilayah di Indonesia seperti Makassar. “Setiap men­dekati perayaan Imlek pesanan selalu meningkat. Bahkan ada yang pesan dari November 2016,” ucap Lily di bengkel kreasi barongsai di Jalan Roda Gang Angbun, Kecamatan Bo­gor Tengah, Kota Bogor, ke­marin.

Karena banyaknya pemesan, dia terpaksa menolaknya dan memilih fokus mereparasi mau­pun membuat barongsai dan liong yang sudah ada. ”Kalau kita ambil takut ga kepegang. Makanya banyak yang ditolak,” ujar Lily.

Satu set barongsai lengkap dengan pakaian dan aksesoris pemainnya, dibanderol sekitar Rp4,5 juta. Sedangkan satu set liong bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp7,5 juta. ”Untuk proses pembuatan satu set barongsai ukuran tertentu dikerjakan se­lama seminggu,” kata Lily.

Usaha yang digeluti Lily be­rawal dari iseng membuat barongsai dan liong. Hobi ini kemudian dia tekuni menjadi usaha kerajinan. ”Sebelumnya, saya bersama teman-teman jadi pemain barongsai setiap perayaan Imlek atau event di berbagai daerah,” kata dia.

Namun setiap usai pentas, barongsai dan aksesorisnya acap kali rusak. Sedangkan untuk mereparasinya harus dibawa ke bengkel, yang saat itu hanya ada di China. Karena itu ia terdorong untuk belajar memperbaiki barongsainya yang rusak. ”Kemudian saya tertarik belajar memperbaiki hingga bisa membuat sendiri barongsai dari bahan baku dan peralatan seadanya,” ujar dia.

Karena ketekunan dan keu­letannya, ia akhirnya mendiri­kan bengkel barongsai dengan modal seadanya pada akhir 1999 silam. Sebagian besar bahan baku yang digunakan untuk membuat barongsai dan lion berasal dari dalam negeri, seperti rotan dan kertas. ”Namun untuk aksesoris barong, se­perti bulu domba harus dip­esan dari Mongol karena di sini tidak ada,” kata dia.

Melalui media promosi dari mulut ke mulut dan jaringan pertemanan, kini bengkel Lily dikenal dari berbagai wilayah Indonesia. (lip/els/dit)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY