SHARE

METROPOLITAN – Dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi tengah di­rundung awan hitam. Sebab, ada in­formasi yang mengatakan bahwa beberapa pelajar di Sukabumi ter­kena HIV/AIDS. Tak hanya itu, soal tawuran anak Sekolah Dasar (SD) yang membawa senjata tajam menjadi ma­salah lain yang belum terselesaikan. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pendidikan (Wandi) Kabupaten Su­kabumi Budi Rahardjo, kepada Met­ropolitan, kemarin.

Budi menilai, kurikulum pelajaran yang menyakut pendidikan karater gagal menjadikan generasi penerus bangsa sebagai insan yang baik, cakap ilmu dan beretika. Hal ini terbuktinya dengan masih maraknya tawuran dan pergau­lan bebas. Kegagalan yang dimaksud Budi adalah gagal dari pemimpinnya yang tidak bisa memberikan contoh yang baik bagi pelajar di Sukabumi. “Ini menyangkut dunia pendidikan yang mencerdaskan bangsa dan membentuk karakter anak didik. Bila kita harusnya menyalahkan guru, kita bisa menyala­hkan guru karena memang guru adalah pengganti orang tua di rumah,” papar Budi.

Seharunya, kata Budi, pemerintah lebih memberikan perhatian kejadian yang menimbulkan buruknya citra pen­didikan di Sukabumi. “Kapan Indonesia khusus Sukabumi akan maju bila terus seperti ini,” kesalnya.

(jay/ram/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY