Hati-hati, Maling Pakai Ilmu Hitam Beraksi di Bogor

by -22 views

METROPOLITAN – Bagi warga Kota Bogor berhatihatilah
saat malam hari. Pencuri yang dikabarkan memakai
ilmu hitam (sirep) dialami warga Kampung Babakansirna,
RT 03/09 Kelurahan Tegallega, Bogor Tengah
NK (23). Bahkan korban nyaris jadi korban pelecehan seksual.

Informasi dari kakak korban Damayanti (25), peristiwa terjadi sekitar pukul 03:00 WIB saat korban tertidur usai pulang bekerja. Pelaku masuk dengan mencongkel jendela pintu depan. Saat di dalam kamar korban, pelaku lebih dulu mematikan lampu kamar dan meraba-raba tangan korban. Merasa disentuh tangannya berkali-kali korban terbangun dan berteriak.

“Saat adik saya sadar, wajah pelaku dan adik saya berhadap-hadapan. Adik saya langsung menjerit. Karena gelap, ia tak bisa kenali pelaku,” ujarnya.

Jeritan NK itu langsung menggegerkan penghuni rumah. Selang beberapa detik, kakak ipar korban, Irawan (29) langsung menghampiri kamar korban yang berjarak kurang dari dua meter. “Suami saya langsung cek ke kamar tapi tak menemukan apa-apa,” tukasnya.

Kejadian tersebut sempat membuat aneh keluarga, lantaran saat dihampiri seketika pelaku tiba-tiba menghilang. “Butuh waktu untuk keluar kamar dan melompati pagar. Tiba-tiba saja dia menghilang,” tukasnya.

Keluarga menduga, pelaku tersebut berniat buruk pada korban. Lantaran, tak ada barang berharga yang belum sempat diambil pelaku. Meskipun dua unit handphone merek Samsung bernilai jutaan rupiah tergeletak bebas di atas ranjangnya. “Tidak ada barang yang hilang satu pun,” kata Damayanti.

Selain itu, keluarga korban menduga pelaku menggunakan ilmu halimunan (menghilang) dan sirep untuk melancarkan aksinya. “Setelah kejadian orang tua saya menemukan secangkir kopi, roko dan sandal dekat rumah. Kata orang-orang, kemungkinan barang itu milik pelaku usai ritual sirep dan halimunan,” ucapnya.

Meski tak ada kerugian materil, korban yang juga pegawai di salah satu tempat wisata di Kota Bogor ini mengalami trauma hingga tak masuk bekerja. “Adik saya takut keluar. Masih trauma,” tukasnya.

Rencananya, keluarga korban akan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bogor Tengah.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaifuddin Gayo mengaku masih menu nggu laporan korban. “Belum ada laporan. Mungkin korban masih trauma,” singkatnya saat dihubungi.

(mam/b/els/dit)