Selat Solo Makanan Khas Kota Solo

by -2 views

METROPOLITAN – merupakan salah satu makanan asli dari Surakarta yang isinya wortel, buncis, ketimun, kentang goreng, selada telur kecap, dan daging, yang disiram dengan kuah semur plus ditambahkan mayones homemade yang rasanya kecut segar.

Selat Solo juga menjadi salah satu makanan favorit banyak wisatawan saat berkunjung ke Solo. Di beberapa restaurant atau tempat makan di Solo, Selat Solo biasanya diberi irisan daging yang membuat rasanya terasa lebih nikmat dan lezat.

Selat Solo juga sangat mudah ditemui di warung-warung makan yang ada di kota Solo. Namun, bagi kalian yang penasaran ingin mencicipi bagaimana nikmatnya salah satu kuliner khas Indonesia ini.

Dari informasi bisnisukm, Masakan khas Kota Solo ini belakangan merambah ke Jakarta, dan menyajikan menu rasa kampung halaman. Kata Selat mengingatkan pada salad dan steak atau biefstuk. Selat, konon asal katanya dari Salad yang kemudian diucap selat. Demikian juga biefstuk yang dilafalkan menjadi bistik.

Banyak di gemari oleh gaya hidup orang Jakarta yang sebagian melakukan program diet. Karena selat Solo juga merupakan . Selain rasanya yang tidak enek, menurut penikmatnya memang untuk seger-segeran, rasanya juga dimodifikasi agar bisa diterima masyarakat luas, tapi tidak menghilangkan rasa yang sudah menjadi ciri khasnya.

Konon, meski namanya Selat Solo, masakan ini sebenarnya merupakan adaptasi dari bistik versi para nyonya dan noni Belanda di masa kolonial, bukan salad seperti yang biasa muncul dalam menu makanan Barat. Biasanya pada jaman kolonial dulu, Selat Solo dimakan pada antara setelah makan siang sampai saat makan malam. Sebab Selat Solo memang dimakan untuk digado (tidak menggunakan nasi-red), jadi hanya untuk makanan selingan saja.

SUMBER – kabarrantau

 

Loading...