News, Sport and Lifestyle

10 Tahun Kena Radiasi Sutet, Baru Sekali Dapat Kompensasi

CITEUREUP – Sepuluh tahun setelah di­beri kompensasi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), warga Desa Leuwi­nutug, Kecamatan Citeureup, kembali mengeluhkan kejelasan kompensasi ter­sebut.

Ikatan Keluarga Korban Sutet (IKKS) Desa Leuwinutug mengungkapkan bahwa warga desa pernah diberi kompensasi pada 2007 silam. Namun, kompensasi ter­sebut hanya diberikan satu kali dan sele­bihnya hingga sepuluh tahun belum per­nah diberikan sepeser pun.

”Kami cuma sekali dikasih kompensasi, yakni Rp25.000 per meter persegi untuk bangunan permanen dan Rp22.500 per meter persegi untuk semi permanen,” kata Koordinator IKKS Desa Leuwinutug Mujiono kepada Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, lantaran ketidakjelasan ini, warga akan terus memperjuangkan haknya sesuai apa yang telah dijanjikan pihak ter­kait. ”Kami menuntut hak kami yang pernah dijanjikan. Ini adalah bentuk perjuangan panjang warga Desa Leuwinutug meskipun kami tidak mengetahui jelas bahaya ra­diasi SUTET tersebut,” bebernya.

Buntut kekesalan dari permasalahan ter­sebut, 80 Kepala Keluarga (KK) radius 50 meter sepakat mogok membayar iuran listrik tersebut.

”Protes kami terhadap masalah kompen­sasi yang tak kunjung ada kejelasan, 80 KK sekitar 50 meter kanan kiri dari kabel SUTET tidak membayar iuran tarif dasar listrik,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN Area Bogor Widodo mengatakan, PLN memahami keinginan masyarakat, namum dalam masalah tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sebab, menyang­kut masalah kompensasi diatur Peraturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Bagi masyarakat yang tanahnya dilalui SUTET, ada ganti ruginya. Namun harus sesuai ketentuan yang berlaku,” singkatnya.

(cr1/c/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *