SHARE

NANGGUNG – Curah hujan tinggi di Kecamatan Nanggung menyebabkan sembilan unit rumah warga di Kampung Babakankemang, RT 06/01, Desa Ma­lasari, mengalami retak-retak.

Sekretaris Kecamatan Nanggung Tirta Juwarta mengatakan, rumah war­ga yang mengalami keretakan tersebut akibat tekstur tanah yang labil dan cuaca ekstrem akhir-akhir ini. Adanya bencana alam tersebut, jajaran mus­pika bersama Sekretaris Desa (Sekdes) Malasari Sukanar mengecek lokasi serta mendata rumah warga yang men­galami keretakan.

“Ada bagian rumah yang masih bisa ditempati, tetapi secara keseluruhan dianjurkan untuk pindah sementara,” ujar Tirta kepada Metropolitan, kemarin.

Dari sembilan rumah tersebut, sam­bungnya, hampir semuanya rusak parah. Ada yang rusak di bagian dapur dengan kamarnya, tetapi ruang tamunya tidak. “Namun bagaimanapun, kondisi rumah korban sangat mengkhawatirkan jika warganya tidak segera direlokasi. Kami menganjurkan untuk tidak ditempati sementara waktu,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini para korban tinggal bersama tetangga dan keluar­ganya. Sedangkan peralatan rumah tangga masih tetap di rumah mereka. “Meski demikian, para korban masih menjaga dan memantau kondisi tempat tinggalnya,” bebernya.

Menurutnya, tempat relokasi para korban tersebut tak jauh dari tempat mereka tinggal sehingga mereka masih terus mengecek keadaan rumahnya. “Rumah warga yang mengalami kere­takan yaitu Sapri, Ema Mimi (50), Ija (30), Heri (30), Kadir (30), Mumuh (30), Uday (40), Umi Remah (65) dan Usman (45),” pungkasnya.]

 (ads/c/yok/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY