SHARE

DI tengah rencana Pemerintah kota (Pemkot) Bogor yang sedang menata transportasinya dengan sejumlah program dan kegiatan, kini Pemerintah Kota Bogor dipusingkan dengan keberadaan angkutan online yang marak di Kota Bogor. Sampai-sampai orang nomor satu di Kota Bogor itu berniat melarang beredarnya angkutan online.

Banyaknya aduan dari pengusaha angkutan kota (an­gkot) tentang penghasilan yang berkurang, membuat Walikota Bogor Bima Arya kewalahan. Ditambah dengan menurunnya penghasilan dari Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Transpakuan.

Bima Arya mengatakan, ke­beradaan angkutan online berpengaruh kepada program rerouting yang telah diga­gasnya. Namun, belakangan angkutan online justru tum­buh di Kota Bogor hingga kerap membuat lalu lintas acak-acakan.

Belum lama ini, Bima justru mengusir kerumunan penge­mudi ojek online yang mang­kal di badan jalan.

“Kita itu mau arahkan agar angkot jadi feeder sedangkan bus di tengah kota. Bukan an­gkutan online seperti saat ini,” ujarnya kepada Metropolitan.

Untuk itu, Bima berani mengultimatum agar pen­gusaha angkutan online mau mengikuti aturan daerah. Na­mun, rencana pertemuannya dengan empat perusahaan angkutan online itu belum direspons.

“Kita bisa saja melarangnya (beroperasi, red),” kata Bima.

Ia pun membeberkan, ke­beradaan angkutan online kerap membuat pengusaha angkot merugi. Begitu juga dengan PDJT yang menge­luhkan haltenya diisi para pengemudi angkutan online.

“Kita ingin memaksimalkan fungsi shelter. Nah kalau seka­rang shelter dijadikan tem­pat ngetem semua gimana, jadi semuanya harus sesuai dengan konsep kita. Dan ke­hadirannya sejauh ini banyak laporan menggangu karena megurangi pendapatan ang­kutan umum kita,” paparnya.

Bima mengaku ingin lang­sung bertemu dengan pe­milik perusahaan angkutan online tersebut dan ia ingin mengetahui konsep yang digagasnya seperti apa dan proses perizinannya gimana. Setelah itu ia pun akan lang­sung mengeluarkan konsep sekaligus kebijakan dengan tindakan tegas. “Bila perlu kita buat per walinya dan tidak menutup kemungkinan keberadaan angkutan online ini dilarang di Kota Bogor,” katanya.

Sementara itu Kepala Di­nas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati menjelaskan, pihaknya su­dah berkirim surat untuk mendatangi perusahaan ojek online tersebut. Pembatasan ojek online juga akan dilaku­kan terutama untuk tempat ngetem yang digunakan terutama shelter yang ada di Kota Bogor. “Kita sudah bersurat dengan perusahaan ojek online untuk melakukan koordinasi. Walikota ingin ngobrol dengan perusahaan ojek online tersebut ten­tang pengaruhnya terhadap transportasi di Kota Bogor,” jelasnya.

Untuk saat ini pihaknya me­mang belum bisa melarang keberadaan angkutan online di Kota Bogor tersebut. Sebab, angkutan online tidak terdaf­tar di Kemenhub sehingga sulit membuat pihaknya untuk melakukan tindakan. “Mara­knya angkutan online me­mang berpengaruh terhadap pendapatan sopir angkot dan PDJT. Tetapi juga masyarakat sudah cerdas memilih trans­portasi yang cepat dan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan angkot hingga dua kali untuk satu tujuan,” tuturnya.

Jika akan menindak ang­kutan online yang mangkal sembarangan di shelter-shel­ter yang ada di Kota Bogor, Dishub pun sudah bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota. Se­hingga jika nantinya angkutan online pun bisa ditindak tegas. “Dengan begitu kan bisa ditin­dak juga angkutan online ini,” ungkapnya.

Bersamaan dengan mun­culnya pelarangan itu, juga berhembus kabar soal ren­cana pengemudi Go-Jek yang akan melaporkan pe­rusahaannya ke Polda Metro Jaya. Rencananya hari ini didampingi LBH Jakarta, pengemudi Go-Jek mende­sak agar kepolisian men­gusut dugaan penggelapan hubungan kerja yang dilaku­kan PT GO-Jek Indonesia.

(mam/c/feb/dit)

Komentar Anda?

1 COMMENT

  1. maaf pak walikota klo bapak melarang ojek online dikota bogor dan mereka yg bekerja sehari² di angkutan online berarti menjadi pengangguran donk.. trus bapak mau ngasih makan anak² istri mereka.. angkutan online seharus jd program untuk mengurangi pengangguran,dan klo pengangguran berkurang kemungkinan kriminalitas jg berkurang.. bapak sebegai walikota emang bisa memberi kerjaan kepada pengangguran??

LEAVE A REPLY