METROPOLITAN – Budaya gotong-royong menjadi ciri khas warga Desa Leuwibatu. Saat pengas­palan jalan di Kampung Kaungluwuk RW 04, pulu­han warga berjibaku menun­taskan pembangunan jalan penghubung dua desa sepanjang 1,5 kilometer.

Sekretaris Desa Leuwi­batu Daeng mengaku, se­tiap adanya pembangunan di wilayah pemerintah desa (pemdes) selalu me­libatkan warga.

“Kalau jalan desa mulus, mobilisasi warga untuk membawa hasil panen ataupun lainnya bisa terbantu,” ujar Daeng kepada Metropolitan.

Menurutnya, hampir 80 persen warga Desa Leuwibatu berprofesi sebagai petani sehingga akses jalan yang mulus merupakan harapan warga.

“Di tahun ini pemerintah desa juga mengerjakan pembangunan jembatan penghubung dua kampung dan jalan lingkungan (jaling) di Kampung Cilambur yang menjadi akses penghubung antarRT,” tuturnya.

Ia berharap, kekompakan warga membangun kembali budaya gotong-royong agar tetap terjaga.

 (ads/b/yok/dit)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here