Jembatan Cilutung Minta Tumbal

by -13 views

DENYUT jantung berdegup kencang saat melintasi Jembatan Cilutung di Kampung Cisarua, RT03/02, Desa Banyuasih, Keca­matan Cigudeg. Betapa tidak, kondisinya rawan roboh, malahan bambu anyaman yang dijadikan alas jembatan sudah ba­nyak yang keropos. Padahal jembatan sepanjang 18 meter itu menjadi akses utama yang menghubungkan dua kampung.

Warga sekitar Esih (26) mengaku, je­mbatan itu sudah tak bisa dilewati ken­daraan bermotor karena bambunya sudah banyak yang rusak dimakan usia. Dikha­watirkan jembatan ini roboh, motor di­larang melintas jadi khusus orang saja.

“Dari pertama dibangun sampai saat ini sudah sepuluh kali roboh terseret deras­nya Kali Cimanciri,” ujar Esih kepada Met­ropolitan, kemarin. Ia menjelaskan, walau­pun kondisinya sudah memprihatinkan dan rawan roboh, jembatan ini tak pernah sepi dari hilir-mudik warga dan anak se­kolah.

“Setiap kali jembatan rusak, warga ha­nya memperbaiki secara swadaya serta seadanya dengan kayu dan bambu,” be­bernya. Namun, sambung Esih, itu tak bertahan lama. Jembatan rusak kembali diterpa derasnya Kali Cimanciri.

“Kalau perbaikannya menggunakan besi, kami tidak memiliki anggaran untuk membeli materialnya,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua RT 03 Hasni men­gatakan bahwa wilayah Cisarua dilewati aliran Kali Cimanciri. Ada sekitar dua je­mbatan kayu di Kampung Cisarua, semua kondisinya memprihatinkan.

“Pemerintah desa pun sudah sering mengajukan pembangunan jembatan kayu lewat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) kecamatan dan diusulkan ke pemerintah daerah (pemda), tetapi tak kunjung terwujud,” katanya. Ia menamba­hkan, Jembatan Cilutung merupakan kebu­tuhan yang sangat urgent bagi warga Kam­pung Cisarua. “Semoga pemda cepat tang­gap akan kebutuhan jembatan beton,” pungkasnya.

 (ads/b/yok/dit)