News, Sport and Lifestyle

Kuli Panggul Tewas di Tempat Sampah

METROPOLITAN – Para pengunjung Pasar Bogor digegerkan dengan pene­muan sesosok mayat laki-laki, kemarin. Mayat tersebut berada di dekat tempat sampah belakang Pasar Bogor sekitar pukul 06:00 WIB. Mayat tersebut diduga bernama Ali (61) yang sehari-hari men­jadi kuli panggul di Pasar Bogor.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Sy­aifuddin Gayo mengatakan, Ali meru­pakan warga Kampung Pabuaran, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

BOGORDiduga ia tewas karena sakit lantaran tak ada bekas tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Ali pertama kali ditemukan rekannya, Yadi (31), dengan keadaan telentang dan kaki membengkak. “Jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dan menunggu dijemput pihak keluarga. Tetapi tadi siang pukul 14:00 WIB saya ngecek jenazahnya masih ada di rumah sakit,” ujarnya kepada Metropolitan.
Gayo juga mengatakan, dari pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Ali diduga meninggal lantaran sakit karena selama ini tak ada yang merawat korban. “Ia juga sepertinya terkena kaki gajah karena kakinya cukup besar seperti ada pembengkakan,” terangnya.
Sementara saksi mata, Yadi, mengaku sudah beberapa hari tak bertemu Ali. Sehari-harinya Ali bekerja sebagai kuli panggul. Menurut dia, Ali memang sering mengeluh sakit beberapa hari terakhir ini. “Saya kira dia pulang ke Ciampea karena sudah beberapa hari ini tidak ketemu,” paparnya.
Terpisah, Kepala Pasar Bogor Arief Budiman mengatakan, Ali sempat mengajukan mengundurkan diri jadi kuli bongkar muat. Saat itu Ali sempat diantar pulang ke kampung halamannya untuk menunggu penyakitnya pulih. Setelah merasa pulih dari sakit, Ali kembali datang ke Pasar Bogor untuk berkerja kembali sebagai kuli bongkar muat. “Memang sekitar lima bulan lalu sempat diantar pulang karena mengeluh sakit. Tetapi dia balik lagi ke sini setelah mungkin merasa sakitnya sudah pulih,” jelasnya.
Ia menambahkan, jenazah Ali yang sebelumnya berada di RS Bhayangkara Jalan Kapten Muslihat, sudah dijemput pihak keluarga untuk segera dimakamkan. “Sebelumnya kan dilarikan dulu ke RS Bhayangkara untuk divisum terlebih dahulu. Tetapi sekarang sudah dibawa pulang pihak keluarga,” pungkasnya.

(mam/b/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *