News, Sport and Lifestyle

Nah Loh,Pembangunan Gedung PGRI Cari ’Tumbal’

MEGAMENDUNG – Kasus pendudukan lahan milik SDN Gadog 01 tanpa izin yang dilakukan Organisasi Persatuan Guru Re­publik Indonesia (PGRI) Kecamatan Mega­mendung rupanya sudah sampai di telinga Bupati Bogor Nurhayanti.

Nurhayanti bahkan telah menginstruk­sikan Dinas Pendidikan (Disdik) secepatnya menuntaskan permasalahan ini. Karena sudah menimbulkan kegaduhan berke­panjangan. ”Saya sudah perintahkan Pak Luthfie (Kadisdik) untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tapi sampai hari ini be­lum melapor,” ungkap Bupati Bogor Nur­hayanti, kemarin.

Diakuinya antara pendidikan dengan PGRI tidak bisa dipisahkan. Akan tetapi bila PGRI Megamendung ingin membangun Gedung Pusat Kegiatan Guru (PKG) di lahan milik SDN Gadog 01 yang notabene mer­upakan milik Pemkab Bogor, itu tetap ada aturannya. ”PGRI Megamendung tetap harus menempuh prosedurnya,” tegas Nurhayanti.

Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan Megamendung Dedi Subadri mengaku disodori berkas oleh PGRI Kecamatan Megamendung yang isinya permohonan pengajuan pembangunan Gedung PKG di lahan SDN Gadog kepada Pemkab Bogor.

Namun ia enggan menandatangani ber­kas tersebut, karena dalam isi surat ditu­liskan jika pembangunan Gedung PKG di lahan SDN Gadog merupakan hasil kerja sama antara PGRI Megamendung dengan UPT Pendidikan Megamendung. ”Saya tolak, karena memang dalam pembangu­nan Gedung PKG di lahan pemda ini, UPT Pendidikan Megamendung tidak terlibat. Itu inisiatif PGRI Megamendung sendiri,” paparnya.

Dedi Subadri pun kembali menyatakan tidak pernah menyetujui pembangunan Gedung PKG. Terkecuali jika PGRI Mega­mendung telah memiliki rekomendasi boleh menggunakan lahan tersebut dari pemerintah daerah.

(ash/b/suf/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *