SHARE

METROPOLITAN – Pelaku yang nekat mencoret Alquran dengan kata-kata pen­ghinaan terus diburu Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota. Namun hingga kini pelaku masih misterius.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Muham­mad Devi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Kita langsung ambil keterangan hari itu juga (kemarin, red) kepada yang menemukannya,” kata Devi.

Warga pertama kali menemukan Alquran yang dibungkus dalam plastik hitam ter­geletak di atas tanah di Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Kamis (9/2) lalu.

Menurut Devi, dari keterangan saksi akan terus dikembangkan termasukmenda­tangi tempat kejadian perkara (TKP) dite­mukannya Alquran tersebut. Sebab, pihaknya sangat membutuhkan keterangan dari saksi-saksi untuk menyelidiki motif dibalik pencoretanAlquran tersebut.

“Kami akan kembangkan terus, mudah-mudahan pelakunya dapat segera ditemu­kan dan dapat mengetahui motif dari pencoretan Alquran itu, ” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Gang Ceremai, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, heboh dengan temuan Alquran yang dicorat-coret. Co­retan tersebut bahkan bertuliskan ayat-ayat setan.

“Ayat-ayat setan penabur kebencian, kata-kata teror, sumber perselisihan, perpecahan bangsa, para penganut dan pem­belanya tidak layak hidup di negeri Nusan­tara tercinta,” itulah isi kalimat yang ditulis di bagian Asmaul Husna Alquran.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol YusriYunus mengatakan, Alquran ditemukan Endah Wahyuni, warga Kebon­jati sekitar pukul 11:00 WIB. Saat hendak ke warung, Endah melihat plastik hitam di bawah tangga Gang Ceremai, Kelurahan Kebonjati, Kamis (9/2) lalu. “Saat dibuka, kantong plastik tersebut berisi Alquran dengan banyak coretan,” kata Yusri.

Endah kemudian memberitahukan te­muan itu kepada anaknya, Hendri. Menge­tahui Alquran tersebut penuh coretanhi­naanujaran kebencian, Hendri lalu mem­bawanya kepada pengurus masjid sekitar tempatnya tinggal. Keesokan harinya, Alquran tersebut diserahkan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi.

MUI Jawa Barat pun meminta polisi ber­gerak cepat mengusut temuan penghi­naan kitab suci Alquran tersebut. “Kami menyayangkan adanya tindakan-tindakan itu. Sebab, itu termasuk penistaan dan pen­ghinaan. Karena bagaimanapun, Alquran adalah kitab suci. Memegangnya saja di­anjurkan berwudu. Ini malah dicorat-coret dengan kata-kata yang tidak pantas,” kata Sekretaris Umum MUI Jawa Barat Rafani­Achyar.(rad/poj/er/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY