Tiga Calon Bos Pdam ‘Di-Setting’ Bungkam?

by -

METROPOLITAN – Persoalan ter­tutupnya tiga pe­milik nilai teratas dalam proses seleksi direksi PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus me­nyeruak. Dugaan adanya pihak yang men-setting mulai disuarakan wakil ra­kyat di Bumi Tegar Beriman. Ketua Ko­misi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin merasa sudah ada yang men-setting ketiga calon itu agar tak mem­berikan keterangan mengenai proses seleksi ini.Karena, sebagai  bawahan yang ditugaskan pemerintah, ada etika yang mem­buat ketiga calon tidak boleh ikut berbicara khawatir melam­paui kebijakan atasan atau tak sama dengan visi-misi pemilik perusahaan.­

Menurut Yuyud, sebenarnya untuk visi-misi calon direksi sudah disampaikan terlebih dahulu ke tim independen. Namun demikian, yang terpen­ting saat ini adalah bagaimana implementasi ke depan se­hingga masyarakat bisa meni­lainya. “Kalau menurut saya perlulah calon direksi menja­barkan targetnya kepada ma­syarakat,” ucapnya.

Sedangkan untuk rencana rapat konsultasi antara tim pan­sel PDAM dengan DPRD Kabu­paten Bogor, itu hanya dilakukan dengan pimpinan dewan. Namun, Komisi II sebagai leading sector PDAM Tirta Kahuripan bisa di­libatkan jika keputusan itu me­mang diperintah pimpinan. “Kami bisa dilibatkan jika kepu­tusan itu memang diperintah pimpinan,” tutur dia.

Yuyud menambahkan, pemi­lik nomor urut tertinggi Hasa­nudin Tahir memang berpeluang menjadi direktur utama (dirut). Namun sesungguhnya nilai itu tak dapat menjamin. Untuk se­seorang yang akan menjadi dirut seharusnya memiliki nilai kepe­mimpinan yang paling kuat. “Kita kan tahunya itu nilai aku­mulasi saja. Kalau kategori pe­nilaian secara rincinya kita tidak tahu. Kan siapa tau pemilik nilai ketiga memiliki nilai kepemim­pinan yang lebih besar ketimbang pemilik nilai pertama dan kedua,” jelasnya.

Dengan dasar itu, ia meminta, tim pansel PDAM dapat men­jelaskan secara rinci kategori nilai yang diberikan tim inde­penden untuk calon direksi. Karena, dari ketiganya harus diketahui mana yang memiliki nilai terunggul atau bobot yang kuat untuk diperhitungkan men­jabat sebagai direksi apa. “Tim pansel seharusnya bisa menje­laskan penilaian ini. Karena, un­tuk menjadi dirut itu harus men­guasai urusan personalia dan keuangan. Sedangkan, untuk dirtek harus menguasai lapangan atau praktek teknologi dalam mengelola air minum,” ungkap­nya.

(rez/b/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *