13 Anak Teridentifikasi Jadi Korban Loly Candy’s

by -

METROPOLITAN – Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus mengidentifikasi anak-anak di bawah umur yang menjadi korban pornografi ‘Loly Candy’s’. Saat ini polisi telah mengidentifikasi 13 korban.

“Korban yang baru (diidentifikasi) ada lima orang. Jadi keseluruhan korban saat ini (yang teridentifikasi) ada 13 orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Sebelumnya, penyidik telah mengidentifikasi 8 korban kekerasan yang dieksploitasi secara seksual oleh pelaku. Korban baru yang diidentifikasi, diduga kuat adalah korban kekerasan seksual tersangka DF alias T-Day (17).

“Kelima korban baru ini adalah tambahan (korban) dari tersangka T-Day,” kata Argo.

Kelima korban baru ini berusia kisaran 4-9 tahun. Tiga di antaranya di Sukabumi, 1 orang di Bogor dan 1 orang di Depok.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, kelima korban masih memiliki hubungan keluarga dengan tersangka T-Day. “Korban masih keluarga tersangka juga, keponakannya sendiri rata-rata. Ada juga anak tetangganya,” ujar Wahyu.

Penyidik saat ini masih terus mengidentifikasi para korban kekerasan seksual yang di-posting di grup Loly Candy’s, terutama anak-anak lokal. Polisi mengaku sedikit kesulitan dalam mengidentifikasi para korban, kekerasan seksual yang dilakukan tersangka M Bachrul Ulum (25) alias Wawan alias Snorlax dan T-Day ini tidak diketahui oleh keluarga korban.

“Tolong dipahami bahwa, kasus yang kita hadapi saat ini kita tidak pernah dapat laporan dari korban, karena mereka (keluarga) tidak mengetahui. Sehingga kalau sudah dapat seperti ini kita yang harus aktif, kita harus cari ada korban lain atau tidak,” terang dia.

Dari 13 anak di bawah umur, baru 3 keluarga korban yang sudah dimintai keterangan terkait kekerasan seksual terhadap bocah-bocah tersebut. “Respons keluarga korban tentunya mereka terkejut karena tidak pernah menyangka bahwa pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap anaknya,” tandas Wahyu.

SUMBER: DETIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *