Ampas Nanas Dapat Diubah Jadi Tisu Ramah Lingkungan

by -

METROPOLITAN РAmpas nanas bagi pelajar SMAN 2 Lamongan bisa dijadikan tisu yang ramah lingkungan. Berbahan dasar ampas nanas yang digunakan sebagai starter, dikombinasikan dengan buah busuk dan air, membawa mereka berdua mengikuti ajang internasional yang akan digelar di Brazil dalam waktu dekat ini.

Pelajar SMAN 2 Lamongan yang berhasil berinovasi itu yakni, Octaviana Galuh Pratiwi dan Shella Vidya Ayu. Mereka berdua berhasil meraih medali emas ajang Indonesia Science Project Olimpiad (ISPO) untuk bidang teknologi beberapa waktu lalu.

Buah nanas dikupas lalu diiris kecil-kecil selanjutnya diblender untuk diambil ampasnya. Ampas buah nanas ini kemudian dicampur buah busuk dan air dengan perbandingan 3:1:1.

“Buah nanas 300 gram, 100 gram buah busuk dan 1 gram air dan ditutup dengan menggunakan plastik,” kata salah satu siswi kelas XI, Octaviana kepada wartawan.
Bahan yang sudah tercampur diletakkan di dalam wadah dan ditutup dengan plastik. Selanjutnya didiamkan selama 2 minggu dalam kondisi kedap udara. Proses pembuatan tisu ramah lingkungan tersebut, sambung Octaviana, tidak berhenti sampai di situ.

Setelah 2 minggu, muncullah lapisan putih di atasnya yang disebut bakteri Acetobacter xylinum. “Setelah menjadi Acetobacter xylinum kemudian diblender lagi dan dijemur, kemudian baru jadilah tisu,” tuturnya.

Inovasi ini dibuat berawal dari kegelisahan saat melihat banyak penebangan pohon pinus berusia 5 tahun yang diambil selulosa. Itu dilakukan untuk penggunaan tisu konvensional seperti yang biasa digunakan masyarakat pada umumnya.

Padahal, tandas Octaviana, dampak penebangan pohon tersebut timbulnya bencana alam, mulai dari global warming sampai banjir dan longsor.

“Dari sini kami mencari tahu mengganti bahan dasar pembuatan tisu yang berupa selulosa tumbuhan dengan selulosa bakteri,” tutur Octaviana sambil menerangkan jika hasil olah pikir dan riset ini ditulis menjadi karya tulis dan diikutkan di ajang ISPO bidang teknologi.

Sementara guru pendamping dua siswi ini, Nurul Samsiya mengaku tisu berbahan dasar ampas nanas dan buah busuk memiliki banyak kelebihan. Salah satunya punya daya serap yang tinggi, kekuatannya juga melebihi dari tisu konvensional. “Yang terpenting adalah ramah lingkungan, karena bahan dasar tidak memalukan kambium kayu,” tuturnya.

Hasil penemuan ini, jelas Nurul akan dikembangkan. Mulai dari mempatenkan hasil inovasi tisu ramah lingkungan hingga menjadi produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat umum untuk menggantikan tisu konvensional.

Sedangkan Kepala SMAN 2 Lamongan, Muki mengaku rencana mempatenkan produk tisu yang ramah lingkungan ini akan dilakukan setelah keduanya mengikuti kejuaraan Internasional Science Project Olympiad (ISPO) bidang teknologi di Brazil.

Muki berharap, prestasi yang diraih dua siswi ini mampu menjadi pemantik semangat siswa-siswi lainnya. Apalagi, sambung Muki, dengan menghadirkan banyak prestasi, maka akan membawa nama baik sekolah. “Dengan adanya prestasi anak yang menuju prestasi internasional membawa motivasi teman yang lain, baik prestasi nasional dan internasional,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Lamongan, Sun’ah mendukung hasil karya Octaviana Galuh Pratiwi dan Shella Vidya Ayu ini dipatenkan dan dipasarkan.

“Kita akan koordinasi dengan provinsi untik kita patenkan, karena apa yang dilakukan oleh mereka ini sudah teknologi yang sangat tinggi, karena ini rekayasa teknologi,” katanya sambil menambahkan jika secara pribadi juga mengapresiasi pemikiran para pelajar ini yang sudah melebihi anak dewasa.

SUMBER: detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *