SHARE

Pengelola Club 31 (Thirty One) kembali berulah. Berbagai cara dilakukan agar Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Perumahan Bogor Nirwana Residen­ce (BNR) itu bisa beroperasi. Sejak Rabu (15/3), diskotek ini diam-diam berganti nama jadi Lucky One.

Ada yang berbeda di ka­wasan BNR. Sebuah lokasi yang tadinya berlabel Club 31 kini menjadi Lucky One. Sejak malam Kamis (16/3), tempat karaoke yang meny­ediakan bar dan resto ini dibuka secara gratis. Pan­tauan Metropolitan, meski biaya masuk Lucky One ini gratis, tetapi kondisi kelab tersebut masih terbilang sepi dari biasanya.

Bahkan, hanya ada bebe­rapa kumpulan anak muda yang datang. Saat wartawan koran ini datang pada Sa­btu (18/3) malam, peng­elola Lucky One menghadir­kan beberapa DJ Oman, Anna Naffa, ZAR, Arie Satria dan lainnya.

Padahal, keberadaan kelab malam di lokasi tersebut su­dah disegel karena dianggap meresahkan warga, juga tak berizin. Camat Bogor Selatan Sujatmiko Barlianto mengaku baru mengetahui kelab yang ditolak warga sekitar itu kem­bali buka dan berganti nama menjadi Lucky One. Ia akan mengecek ke lokasi tersebut, sebab sebelumnya kelab itu memang tak berizin lengkap dan tak ada persetujuan da­ri warga sehingga disegel Satpol PP. “Nanti kita akan cek dan menanyakan apakah kelab tersebut sudah memi­liki izin atau belum,” ujarnya saat dihubungi Metropolitan, kemarin.

Pada kesepakatan antara masyarakat dan pengelola Club 31, kata Sujatmiko, me­mang warga sekitar meno­laknya. Hal itu telah ditanda­tangani warga yang tinggal di kawasan BNR.

“Beberapa waktu lalu me­mang warga sekitar menolak kehadiran kelab ini karena mengganggu kenyamanan warga sekitar. Kita sebagai aparatur wilayah juga mem­fasilitasi,” terangnya.

Warga juga meminta Wali­kota Bogor Bima Arya agar menolak permohonan izin dari Club 31 yang berubah nama menjadi Lucky One ter­sebut. Sebagai bahan per­timbangannya adalah izin dari warga sekitar yang tak akan diberikan. “Suratnya pun telah diserahkan kepada pak walikota. Tetapi untuk sela­njutnya saya tidak tahu ka­rena semuanya tergantung pak wali,” paparnya.

Sementara itu, Lucky One ini telah beroperasi sejak Rabu (15/03) dan masih menggratiskan pengunjung­nya. Namun meski gratis, para pengunjung diharuskan membeli minuman minimal satu botol. “Ini kan baru buka lagi, jadi kita gratiskan dulu selama seminggu ke depan. Tetapi para pengun­jung pun harus beli minuman minimal satu botol,” kata salah seorang pelayan di Kelab Lucky One.

Setelah disegel Satpol PP Kota Bogor karena belum berizin, Club 31 pun berubah nama menjadi Lucky One. Bahkan, owner dan manaje­mennya pun kini berganti. “Iya, semuanya diganti. Bahkan pegawainya pun ada beber­apa yang baru dan orang lamanya banyak juga yang pada keluar,” jelasnya.

Saat ditanya soal perizinan, pegawai tersebut tak menge­tahui apakah tempat kerjanya sudah memiliki izin atau be­lum. “Kalau masalah itu saya tidak tahu, itu urusan orang yang di atas,” tandasnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Bogor Heri Karnadi juga mengaku baru mengetahui bahwa kelab yang pernah disegel itu kembali berope­rasi. Ia juga belum mengeta­hui proses perizinan Lucky One tersebut sudah sejauh mana. “Kami baru tahu kelab tersebut kembali buka. Nan­ti kita akan pantau dan cek izinnya sudah lengkap atau belum,” ungkapnya.

Jika Lucky One belum me­miliki izin, Heri mengaku pi­haknya tak segan melakukan penyegelan kembali kelab tersebut. “Ya kalau tidak me­miliki izin maka kita tegur dulu. Jika belum mengurus maka akan kita segel,” pung­kasnya.

(mam/c/els/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY