Jaro Ade Ragukan Calon Bos PDAM

by -

Rapat konsultasi pimpinan DPRD bersama calon direksi PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor berlangsung tiga jam. Tiga calon bos itu diberondong pertanyaan dan harus memaparkan visi dan misi perusahaan. Namun sayang, jawaban mereka dinilai tak memuaskan. Bahkan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) meragukan ketiganya bisa memajukan perusahaan daerah ini.

Pantauan Metropolitan, rapat yang dihelat di ruang sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bogor ini dimulai pukul 15:30 WIB. Ketiga calon tersebut du­duk persis di depan para pim­pinan wakil rakyat di Kabupa­ten Bogor. Dalam rapat yang berlangsung, ketiga calon mendapat beberapa perta­nyaan dari masing-masing pimpinan DPRD. Mulai dari pertanyaan terkait visi misi ca­lon hingga saran menjalankan roda di perusahaan pelat me­rah itu dengan cara out of the box (di luar kebiasaan, red). “Kalau dari saya lebih menekan­kan mereka itu harus ada ke­siapan ditugaskan di mana pun sesuai surat keputusan bupati,” kata Jaro Ade.

Dari hasil penyampaian visi misi ketiga calon, sebenarnya hampir semuanya sama. Sebab, ketiganya orang dalam PDAM. Namun yang amat disayangkan dari ketiganya adalah tidak terlihatnya dalam pemaparan visi misi terkait bagaimana mengembangkan PDAM ke depannya menjadi lebih besar. “Saya tidak lihat tadi di pema­paran itu bagaimana mereka bisa mengembangkan PDAM. Seharusnya mereka itu berpikir bukan hanya untuk lima tahun, melainkan 25 tahun ke depan,”

Jaro Ade pun menekankan, ketiga calon direksi pemilik nilai tertinggi ini dapat mengembangkan PDAM ke depannya yang sebesar-besar­nya. Sehingga, bisa mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk kepentingan masyarakat yang besar juga. “Bila perlu kita menghitung bukan lagi memikirkan kewajiban utama untuk melayani masyarakat Kabupaten Bogor, melainkan bisa jualan air ke wilayah lain,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika berbi­cara pemimpin di perusahaan, tentu harus bisa mengelola semua persoalan yang ada secara umum di PDAM. Salah satunya melalui komunikasi lintas sektor seperti Muspida, DPRD, SKPD hingga masyara­kat pada umumnya. “Terutama harus bisa berkomunikasi dengan perbankan karena kita butuh dukungan angga­ran. PDAM juga biar tidak selalu mengandalkan dari PMP saja,” terangnya.

Sementara itu, Calon Direksi Hasanudin Tahir mengungkap­kan, rapat yang dilakukan ber­sama pimpinan DPRD Kabu­paten Bogor itu lebih menitik­beratkan kepada pemberian masukan. Di antaranya terkait menambahkan sambungan langganan dan berpikir yang sifatnya out of the boks atau mencari inovasi-inovasi agar bisa meningkatkan kinerja PDAM. “Hari ini lebih mem­beri masukan bagaimana me­ningkatkan kinerja PDAM ke depannya. Namun, kita juga ditanyakan dewan bahwa harus siap ditempatkan di mana saja dan kita bertiga menyata­kan siap,” kata lelaki yang saat ini menjabat kepala Cabang Pelayanan PDAM di Cileungsi.

Menurut mantan humas PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, untuk visi dan misi tentu ditanyakan empat pim­pinan DPRD Kabupaten Bogor secara bergilirian. Namun, ia baru mau menyampaikan jika sudah ditetapkan sebagai di­reksi baru di PDAM Tirta Ka­huripan Kabupaten Bogor. “Nanti saja saya kasih tahunya kalau sudah ditetapkan,” ucap­nya.

Disinggung terkait hasil pen­capaian yang sudah dijalani direksi lama, Hasanudin menga­ku optimis bisa setara dengan direksi lama. Namun, pada prinsipnya pihaknya siap me­lanjutkan program-program yang sudah dilakukan direksi sebelumnya. “Kami juga akan mengkaji penyesuaian terhadap kondisi-kondisi yang akan da­tang untuk seluruh program di PDAM,” ujar lelaki yang telah mengabdi pada PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sejak 1991 ini.

Sekadar diketahui, dalam uji kalayakan yang dilakukan tim panitia seleksi pada 18-19 Ja­nuari 2017 lalu, Hasanudin Tahir meraih nilai tertinggi yakni 10,313. Disusul Efie Pancawati dengan nilai 10,150 dan Eka Bhinneka dengan nilai 10,038.

(rez/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *