SHARE

BOGOR – Idealnya rumah dihuni oleh keluarga yang berisikan anak istri atau saudara. Namun berbeda dengan bangu­nan yang digunakan MMBC Tour And Travel di Jalan Cimanggu, Gang Tijan, RT 03/15, Kelurahan Kedungwaringin. Bangu­nan yang semula rumah kini disulap menjadi kantor tiga lantai yang dihuni sejumlah karyawan yang setiap harinya beraktivitas. Tak hanya menyulap bangu­nan menjadi kantor, pemilik MMBC juga mengubah drainase menjadi lahan parkir.

Kasatpol PP Kota Bogor Heri Karnadi mengatakan, bangunan yang semula rumah tak boleh diubah menjadi kantor. Hal itu karena lahan yang digunakan tersebut ada­lah zona pemukiman, di mana diperuntukkan rumah-rumah masyarakat di Kota Bogor. “Seharusnya kantor berada di kawasan niaga, bukan di ka­wasan pemukiman,” ujarnya kepada Metropolitan.

Jika benar bangunan tersebut diubah menjadi kantor, maka perusahaan MMBC melanggar peraturan daerah (perda). Ka­rena jika sesuai perda, menurut Heri, bangunan komersil seha­rusnya tidak ada di zona pemu­kiman. Hal tersebut pun sudah tertuang dalam perda yang di­miliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. “Kita akan segera bertindak, apalagi bangunan ini mengubah drainase menjadi lahan parkir,” terangnya.

Ia mengaku akan berkoordi­nasi dengan dinas terkait untuk menindak bangunan tersebut. Terlebih baru-baru ini ada ke­jadian banjir yang diakibatkan tersumbatnya drainase yang mengakibatkan korban jiwa. “Kita sudah belajar dari peris­tiwa yang lalu dan seharusnya bangunan ini tidak mengikuti kesalahan yang lama, yang nantinya dapat menyebabkan musibah,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kedungwaringin Sani menjelas­kan, perubahan bangunan yang digunakan Kantor MMBC tanpa ada koordinasi dengan pihaknya. Padahal, semestinya pihak MM­BC dapat berkoordinasi dengan LPM karena jelas-jelas bangunan tersebut mengubah fungsinya. “Seharusnya memang tidak bo­leh mengalihfungsikan bangunan dan memang harus ada izinnya,” katanya.

Sani juga mengaku tak menge­tahui bangunan tersebut secara pasti. Namun, memang akhir-akhir ini bangunan tersebut tiba-tiba ramai diperbicangkan masyara­kat. “Saya tidak tahu persis ten­tang bangunan ini, namun me­mang akhir ini ramai diperbin­cangkan. Makanya kita akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan,” jelasnya.

Sebelumnya, Lurah Kedung­waringin Dedy Sofyan membe­narkan bahwa keberadaan Kan­tor MMBC Tour and Travel yang menggunakan bangunan rumah itu belum memiliki legalitas. “Kabarnya baru-baru ini sedang diurus,” tuturnya.

(mam/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY