PERNAH menerima SMS nyasar menang undian berhadiah? Jangan dulu gembira. Karena ada komplotan penipuan online berkedok SMS undian yang berkeliaran. Bahkan sekali transaksi, kawanan ini bisa meraup untung fantastis mencapai Rp50 juta. Seperti yang dibongkar polisi di Perumahan Ciomas Permai, Kabupaten Bogor, Rabu (15/3).

Sepuluh orang pelaku diringkus unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar atas penipuan berhadiah melalui sms. Di antaranya DI (18), ED (19), HK (19), LG (22), RN (18), NL (18), AS (30), HR (15), ZL (21) dan FD (32) sekitar pukul 09:00 WIB, (15/3).

Seluruhnya diketahui meru­pakan warga Palembang, Su­matra Selatan yang menetap di Perumahan Ciomas Permai, Blok D4, Nomor 15, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Dir Reskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Samudi menu­turkan, para pelaku menye­bar SMS ke seluruh nomor telepon secara acak. Isi SMS berupa pemberitahuan jika nomor tersebut memenang­kan hadiah senilai Rp27 juta beserta nomor telepon yang harus dihubungi korban untuk mencairkan hadiah.

“Korban yang menerima SMS itu menelepon ke nomor yang tertera di SMS. Setelah korban menelepon, pelaku menanyakan ATM yang digu­nakan korban,” kata Samudi.

Dengan dalih untuk men­girimkan uang hadiah itu, pelaku pun meminta korban datang ke ATM Bersama. Pelaku kemudian menanyakan sisa saldo yang dimiliki korban.

“Korban kemudian dipandu pelaku memasukan kartu ATM dan mengetikan kode untuk mencairkan uang. Tetapi tanpa disadari, kode yang ditekan bukan untuk mencairkan uang, melainkan mentransfer uang ke e-Cash milik pelaku. Untuk nominal­nya, setengah dari sisa saldo korban,” kata Samudi.

Menurut Samudi, kurang lebih sudah dua tahun kom­plotan ini melakukan aksi pe­nipuan tersebut. Menurutnya, semua pelaku berperan seb­agai pengirim sms dan juga penerima telepon dari korban.

“Modus ini cukup cerdik, bi­asanya kalau penipuan itu un­dian berhadiah berupa kupon. Tapi ini langsung masuk ke e-Cash yang bisa dibelanjakan atau tarik tunai,” katanya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus menam­bahkan, penangkapan terse­but bermula dari informasi banyaknya website dan pesan broadcast yang mengatasna­makan undian berhadiah Bank BRI di wilayah Jawa Barat sejak Desember 2016.

Dari hasil penyidikan diketahui bahwa memang banyak bere­dar website yang memalsukan situs resmi salah satu bank, di antaranya situs http://undian-bankbri-id.blogspot.co.id yang menampilkan nama-nama pemenang undian fiktif.

“Melalui hasil penyelidikan berdasarkan pelacakan IP Address dan nomor telepon yang digunakan pelaku dik­etahui bahwa keberadaan para pelaku berada di wilayah Ciomas, Bogor,” katanya.

Polisi lalu mendatangi lo­kasi dan ditemukan sepuluh pelaku beserta perangkat ele­ktroniknya yang diamankan yakni tujuh unit laptop, 18 handphone, ratusan kartu perdana berbagai operator dan buku tabungan dari ber­bagai bank.

Selama ini pelaku mencari korban dengan cara membuat website undian berhadiah Bank BRI dan penyebaran SMS massal. Setelah korban menelpon pelaku (sebagai operator) lalu diarahkan untuk membayar sejumlah biaya dengan alasan pembayaran pajak hadiah dan bea cukai.

Dari praktik ini, pelaku dapat meraup untung hingga Rp3 juta sampai Rp5 juta per hari untuk satu orang. Artinya, dengan jumlah sepuluh orang, maka penghasilan yang diraup bisa mencapai Rp50 juta per hari.

“Pelaku dijerat Pasal 35 dan atau 36 Jo pasal 51 ayat (1) UU RI nomor 8 tahun 2010 ten­tang Informasi dan Transaksi Elektronik ancaman penjara maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp12 miliar,” tutupnya.

(tib/feb/dit)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here