News, Sport and Lifestyle

6.000 Hektare Sawah Jadi Perumahan

METROPOLITAN – Lahan pertanian di Kabupaten Bogor semakin berkurang. Hal ini membuat khawatir Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor. Sebab sampai saat ini total areal persawahan hanya tersisa 45.000 hektare. Sebanyak 6.000 hektare sawah sudah beralih fungsi jadi permukiman warga. ”Karena dengan eksisting yang ada, hanya mampu memenuhi 60 sampai 65 persen kebutuhan beras bagi masyarakat Kabupaten Bogor per tahunnya,” kata Kepala Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Siti Nuriyanti.

Menurut dia, kebutuhan beras di Kabupaten Bogor saat ini berkisar 609,5 juta kilogram per tahun. Ia menargetkan panen 517.030 ton gabah kering giling per tahunnya. Jika dikonversi menjadi beras dengan produktifitas 0,63 maka menjadi 325.728,9 kilogram beras per tahun dari total luas lahan sawah. Dengan dasar itu, pihaknya berencana mengamankan 39 ribu hektare sawah lewat Peraturan Daerah (Perda) Tentang Lahan
Sawah Abadi. Jumlah 39 ribu hektare merupakan 13 persen dari luas wilayah Kabupaten Bogor yakni 300 ribu hektare. “Rencana perda ini di tahun depan. Dasarnya adalah pasal 44 dan pasal 46 Undang-Undang 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Yasin meminta keadaan ini segera dikendalikan. Apalagi, saat ini tak bisa dipungkiri banyak sekali pelanggaran yang dilakukan para investor. Seperti, menyalahgunakan peruntukkan lahan yang tadinya untuk persawahan malah dibangun kompleks perumahan. “Perumahan di Kabupaten Bogor harus dikendalikan, saat ini semakin banyak perumahan baru berdiri. Perhatikan pula soal peruntukkan tanahnya. Artinya lahan yang digunakan harus benar-benar lahan perumahan, bukan seperti sekarang ini masih banyak yang melanggar,” kata Ade.

Selain itu, setiap pembangunan perumahan seharusnya menyesuaikan keadaan di wilayahnya. Sebab, saat ini sudah sangat mudah dijumpai bangunan perumahan yang sudah memasuki kawasan-kawasan pedesaan atau perkampungan. ”Kayak perumahan di kawasan Cibinong. Saat ini di Cibinong sudah tidak boleh lagi membangun perumahan kecil-kecil karena sudah masuk area perkotaan dan harus menyesuaikan. Ini harus dikendalikan karena kaitannya dengan jumlah penduduk dan kesejahteraan. Karena rata-rata orang yang menempati perumahan itu adalah warga luar Bogor,” tutupnya.

(rez/b/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *