News, Sport and Lifestyle

Anggaran Rp75 Miliar, Warga Miskin Tersisa 71 Ribu

Bima Arya dan Usmar Hariman beberapa waktu lalu baru merayakan tiga tahun kepemimpinannya di Kota Bogor. Dari tiga tahun tersebut, Bima dan Usmar mengaku bahwa mereka berhasil menurunkan angka kemiskinan yang ada di Kota Bogor. Angka kemiskinan di Kota Bogor secara agregat telah mencapai sasaran sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor.

WAKIL Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, penanganan kemiskinan di Kota
Bogor menjadi program yang menghabiskan anggaran cukup besar. Selain anggaran melalui pokok-pokok pikiran dewan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga mengucurkan dana melalui sejumlah dinas dengan program kerjanya. “Kebijakan pada 2015 untuk intervensi mengenai masalah kemiskinan itu dikeluarkan anggaran sebesar Rp75 miliar untuk sarana pra-sarana yang tersebar di semua SKPD. Sehingga untuk mengurangi kemiskinan yang terjadi ini melalui berbagai program,” ujarnya kepada Metropolitan.

Atas kebijakan tersebut, menurut Usmar, target penurunan kemiskinan di Kota Bogor yaitu delapan persen dari target yang dicanangkan 8,32 persen dengan penurunan 1,1 persen setiap tahun. Namun hasil survei angka kemiskinan Kemensos terakhir menunjukan angka kemiskinan di Kota Bogor sudah mencapai 7,6 persen. “Ini menunjukan salah satu program skala prioritas kita tercapai jika melihat dari angka. Di sisa dua tahun terakhir ini masih berjalan program tersebut,” terangnya.

Orang nomor dua di Kota Bogor ini memaparkan, sebelum mencapai target tersebut ia telah menyinkronkan antara data jumlah kemiskinan yang dimiliki Pemkot Bogor dengan yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS). Sebab setelah adanya desil basis data terpadu dalam penanggulangan kemiskinan, jumlah angka kemiskinan itu kini jumlahnya menjadi sekitar 71 ribu Kepala Keluarga (KK). Sementara itu, Rumah Tangga Sasaran (RTS) berdasarkan data dari BPS yang menjadi dasar RPJMD Kota Bogor jumlahnya mencapai 42.253 jiwa.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Bogor Eka Wardana menjelaskan, kemiskinan di Kota Bogor ini masih tinggi terbukti dengan banyak masyarakat yang mengajukan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dan hal itu, menurutnya, harus menjadi perhatian Pemkot Bogor. “Itu kan secara angka menurut mereka, tetapi fakta di lapangannya masih banyak warga miskin di Kota Bogor ini,” paparnya.

Politisi Golkar ini menilai, meski Pemkot Bogor telah mencapai target menurunan angka kemiskinan, penurunan tersebut harus tetap dilakukan. Karena di Kota Bogor ini masih banyak warga miskin dan belum tuntas. “Kalau sudah tuntas pasti tidak ada warga yang mengajukan RTLH lagi. Maka dari itu penuntasan kemiskinan harus terus dilakukan sampai Wali Kota Bogor ini habis masa tugasnya,” katanya.

(mam/b/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *