SHARE

KEMANG – Keberadaan bangunan liar (bangli) di Ke­camatan Kemang makin hari semakin marak. Hal itu terlihat dari bermunculannya bangli di sepanjang Jalan Raya Sa­labenda–Kemang, Desa Para­kanjaya, Kecamatan Kemang. Bangunan semipermanen itu bakal difungsikan sebagai tempat usaha, seperti warung hingga bengkel.

Seorang warga Suparman mengaku tidak ada tindakan tegas dari pemerintah setem­pat terkait upaya penertiban. Sebab, jika lahan tersebut semakin banyak bangli, maka semakin sulit ditertibkan. ”Entah siapa yang memulai, sampai sekarang jumlahnya bertambah banyak dan tak terkendali,” ujarnya.

Menurut dia, bangli yang paling ba­nyak berada di depan Sekolah Borces. ”Saya lihat yang membangun di depan Hotel Laras Hati kebanyakan penda­tang. Selama bangli berdiri, pemerin­tah belum pernah menertibkannya,” terangnya.

Sementara itu, Camat Kemang Nana Mulyana mengaku sudah mendata bangli di Kecamatan Kemang. Selanjutnya pi­hak kecamatan akan melaporkan ke Satpol PP Kabupaten Bogor. ”Kami ha­nya mendata dan kami laporkan ke Satpol PP Kabupaten Bogor, karena yang memiliki wewenang itu pemerintah ka­bupaten,” kilahnya.

Lalu saat hendak dikonfirmasi via te­lepon genggamnya, pengawas bangu­nan wilayah Kecamatan Kemang tidak meresponsnya.

(khr/b/sal/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY