Dikritik Di Dunia Maya, Bupati Jawab Di Dunia Nyata

by -0 views

Bupati Sukabumi H Marwan Hamami menanggapi kritikan netizen di dunia maya dengan menjawabnya di dunia nyata. Ia menegaskan, pembangunan ada di dunia nyata, bukan di dunia maya. Mengeluarkan pendapat, kritikan, saran dan masukan merupakan salah satu bentuk upaya demokrasi. Namun dalam hal mengemukakan pendapat diperlukan suasana aman, tertib serta dilaksanakan secara bertanggung jawab, bukan bersifat menghakimi, menimbulkan keben­cian, provokasi, penghinaan serta ancaman.

TERLEBIH lagi mengemukakan penda­pat dalam media elektronik seperti media sosial. Jangan sampai, kata Mar­wan, malah pendapat kiritikan, saran dan masukan yang ditujukan untuk mewujudkan pembangunan berbalik menjadi pelanggaran hinga berakhir proses hukum karena disampaikan dengan cara-cara yang salah.

Dalam proses pembangunan, pemerin­tah memang tidak akan terlepas dari kritikan, saran serta masukan. Seperti halnya Kabupaten Sukabumi, banyak opini publik yang dimuat di media so­sial mengkritisi masalah infrastruktur hingga Bupati Sukabumi angkat bicara. ”Saya mendapat kritikan, masukan dan saran itu melalui SMS dan media so­sial. Saya sih menerima secara terbuka serta menampung semua informasi sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk merealisasikan satu per satu per­soalan yang menjadi keluhan masyara­kat sesuai kewenangan dan kemam­puan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi,” terangnya.

Marwan mengungkapkan, keluhan dan kritikan sebagian warga yang dialamat­kan kepada dirinya itu menyangkut infrastruktur dan pelayanan publik. ”Ya begitulah adanya keluhan dan kritikan di media sosial. Saya tidak setiap detik bisa memantau aktivitas media sosial. Paling saat ada waktu senggang saja saya bisa membacanya,” kata Marwan.

Jika dijawab pun, lanjutnya, pasti akan panjang lebar dan pasti jawaban terse­but akan ditimpa komentar lain se­hingga tak cukup menjawab sekali dengan keluhan dan kritikan yang sama. Ditam­bah lagi ada kekhawatiran unsur pro­vokasi dari akun palsu yang tak bertang­gung jawab. “Maka ketika masyarakat termakan isu, itu sudah pasti akan se­makin terbentuk opini negatif. Yang paling penting kan dijawabnya di dunia nyata, bukan di dunia maya,” tandasnya.

 (hm/hp/ram/run)