Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak Masih Tinggi

by -0 views

METROPOLITAN – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Suka­bumi menangani 20 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Dari 20 kasus tersebut, jumlah korban­nya sebanyak 21 orang yang mayoritas anak di bawah umur.

Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Sukabumi Elis Nurbaeti mengatakan, dari hasil pemeriksaan, mayoritas korban mengalami trauma berat se­hingga harus mendapat pendam­pingan hingga sakit kejiwaannya benar-benar pulih. Korbannya tak hanya anak perempuan, tetapi lelaki pun ada.

Menurutnya, pelaku kekerasan dan pelecehan seksual tersebut kebanyakan bukan merupakan orang jauh atau tidak dikenal, tetapi orang terdekat korban seperti keluarga, rekan, tetangga bah­kan ada juga pendidiknya.

Ke-20 kasus tersebut merupakan data sejak Januari hingga 14 April 2017. Ini membuktikan bahwa angka keke­rasan seksual terhadap anak dan pe­rempuan masih tinggi di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali. ”Untuk menekan kasus ini, kami dan pemerin­tah daerah setempat gencar melakukan sosialisasi hingga antisipasi langsung ke masyarakat maupun sekolah,” ujar Elis.

Di sisi lain, pendidikan seks untuk anak usia dini perlu dilakukan agar anak mi­nimalnya bisa melindungi dirinya sen­diri dari ancaman orang dewasa yang ingin berbuat jahat kepadanya. Elis menambahkan, pihaknya juga memi­liki banyak progam dalam upaya mengantisipasi kekerasan dan pelece­han terhadap anak dan perempuan. Hingga kini, korban masih ada yang mendapatkan pendampingan serta terapi, baik kejiwaannya maupun so­sial.

(put/oke/ram/run)