News, Sport and Lifestyle

Leuwiliang Minta Warga Bobar Miliki BPJS

LEUWILIANG – Adanya sekelompok masyarakat yang melakukan aksi 2.000 tanda tangan terkait pengawalan pe­layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, ditanggapi positif oleh ma­najemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut.

Dirut RSUD Leuwiliang Wiwik Wahy­uningsih mengatakan, aksi yang dilaku­kan gerakan mahasiswa GMPBB tentang keluhan pelayanan merupakan pemicu hal positif dan menjadi bahan intros­peksi untuk rumah sakit agar lebih baik.

“Dari data yang ada, pelayanan rumah sakit sudah melakukan hal maksimal se­suai SOP dan prosedur rumah sakit,” ujar Wiwik saat ditemui Metropolitan di ruang kerjanya, kemarin.

Ia melanjutkan, saat ini kendala rumah sakit yang dihadapi yaitu masih banyaknya warga yang belum menjadi peserta BPJS. “Akhirnya ketika sakit dan terbentur biaya, mereka baru sibuk mengurus BPJS. Pada­hal jika sudah mengurus dari awal, semua biaya ditanggung pemerintah,” katanya.

Wiwik menjelaskan, saat ini pasien RSUD Leuwiliang hampir 85 persen merupakan pasien BPJS, sisanya umum. Ketika ma­syarakat sakit dan tidak bisa membayar administrasi rumah sakit, pemerintah daerah sudah memberi kebijakan beru­pa keringanan kepada masyarakat sam­pai pembebasan administrasi. Salah satunya pasien membuatkan Surat Ke­terangan Tidak Mampu (SKTM).

“Kebijakan masalah BPJS merupakan kebijakan pihak BPJS. Sayangnya, petugas BPJS di RSUD Leuwiliang hanya satu orang dengan waktu delapan jam,” bebernya.

Padahal, sambung Wiwik, idealnya lima kali 24 jam. Apalagi di jam-jam libur, petugas BPJS tidak ada. Sedangkan ke­bijakan masalah BPJS merupakan kebi­jakan pihak BPJS. “Kita harap sebelum 2019, masyarakat Bogor Barat Kabupaten Bogor semuanya menjadi peserta BPJS,” pungkasnya.

(ads/c/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *