News, Sport and Lifestyle

Maaf, Aku Terpaksa Menceraikanmu (1)

 Membangun sebuah rumah tangga memang bukan perkara mudah. Selalu saja ada prahara yang datang menghampiri, entah dari internal maupun eksternal. Lama dan usia pernikahan pun juga bukan menjadi jaminan akan langgengnya biduk rumah tangga. Terkadang tak cukup hanya dengan rasa cinta dan ingin bertahan yang hanya sepihak. Perlu waktu yang tak singkat untuk benar-benar bisa saling mengenal dan memahami karakter calon pasangan sebelum akhirnya memutuskan melangkah ke pelaminan.

JANGAN pula terlalu cepat menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Sebab itu yang aku alami. Namaku ARL. Sembilan tahun lalu aku menikah dengan anak seorang pengusaha terkenal. Aku berasal dari keluarga berkecukupan, namun istriku AP merasa apa yang dihasilkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga hal ini mulai memicu timbulnya konflik di antara kami. Tetapi aku coba tetap bersabar.

Perkenalan kami bermula saat sama-sama bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Setelah tiga bulan berlalu, aku berinisiatif untuk berkunjung ke rumah orangtua AP. Karena kesan pertama yang ditinggalkan oleh AP yang berhijab serta keluarganya yang terkesan agamis, dan orangtua AP juga meminta agar aku tidak berlama-lama melamar. Jadilah, tiga bulan berikutnya aku datang untuk melamar AP. Kemudian, enam bulan berikutnya kami menikah.

Ada perasaan kecewa yang menghampiriku saat malam pertama karena ternyata istri sudah tidak perawan lagi. Namun, ali tak mempermasalahkannya karena pernikahan sudah terjadi. Awal kehidupan rumah tangga kami jalani dengan sederhana. Istriku juga sudah tidak bekerja lagi. Empat bulan setelah menikah, AP positif hamil. Karena ini adalah cucu pertama, maka AP ingin melakukan persalinan di kampung halamannya. Dari sinilah campur tangan mertua mulai terlihat. Karena permintaan dari orangtua AP, maka aku terpaksa mencari pekerjaan baru dan mendapatkan pekerjaan yang tidak lebih baik daripada sebelumnya. Namun, aku tetap menjalani karena desakan dari orangtua AP. Aku pun juga sampai beberapa kali harus berpindah tempat kerja demi memenuhi permintaan keluarga AP bahkan sampai jatuh sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *