News, Sport and Lifestyle

Pdi-P Cabup, Demokrat Cawabup

PDI Perjuangan dan Demokrat Kabupaten Bogor melakukan pertemuan politik untuk penjajakan koalisi menghadapi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2018, kemarin. Obrolan keduanya mengarah kepada rencana koalisi dengan posisi calon bupati (cabup) dari PDI-P dan calon wakil bupati (cawabup) dari Demokrat.

KETUA DPC Partai Demokrat Anton Su­kartono Suratto mengatakan, penjajakan koalisi ini sangat baik untuk menghadapi Pilkada 2018 nanti. Anton inginnya cabup milik PDI-P dan Demokrat di posisi cawa­bup. “Jika ini terealisasi, besar kemungkinan akan menang karena kedua partai ini me­miliki basis massa yang jelas,” kata Anton kepada wartawan, kemarin.

Menurut Anton, meski hanya pemilihan bupati dan wakil bupati, keberadaan Ka­bupaten Bogor dari sisi politis sangat stra­tegis. Jumlah pemilihnya sangat besar dan secara geografis Kabupaten Bogor sangat dekat dengan Ibu Kota Jakarta. “Semua partai pasti akan berjuang sekuat tenaga memenangkan Pilbup Bogor 2018. Kami pun menyambut baik penjajakan koalisi dengan PDI-P ini,” paparnya.

Sementara itu, Pengurus DPD PDIP Jawa Barat Karyawan Faturachman mengaku pertemuan dengan Demokrat merupakan langkah membangun kesepahaman dalam menghadapi Pilkada 2018. Pertemuan ini juga menepis anggapan bahwa PDI-P dan Demokrat tidak akan bersatu dalam wadah koalisi. “Ganti zaman ganti lakon. Koalisi partai itu sifatnya situasional. Intinya, po­litik tidak statis tapi terus bergerak menga­komodasi nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Kecuali jika ingin ketinggalan kereta,” kata lelaki yang akrab disapa Karfat mengibaratkan.

Saat ditanya sosok yang akan diusung, mantan Wakil Bupati Bogor 2008-2013 ini mengaku penjajakan koalisi sama sekali tidak membahas figur. Namun, Karfat memiliki keyakinan jika PDI-P sebagai partai berbasis nasiona­lis dan Demokrat dengan nasio­nalis religiusnya akan memun­culkan figur-figur berkompeten, layak jual dan dikenal masyara­kat. PDI-P, kata Karfat, tidak mau terjebak dalam penentuan sosok. Tapi penjajakan koalisi partai yang ada di Kabupaten Bogor memiliki kesepamahan dalam membangun Bogor lima tahun ke depan. “Inilah enaknya pen­jajakan koalisi yang dilakukan kami. Dari awal tidak bicara soal sosok tapi membangun kesepahaman demi Bogor yang lebih baik dan maju,” tandas Karfat.

(fin/c/ram/ dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *