SHARE

SIDANG perceraian antara Ki­rana Larasati dan sang suami, Tama Gandjar, kembali di­gelar, Kamis (18/5). Sayang, sidang yang dijadwalkan untuk mediasi keduanya gagal. Sang suami, Tama memilih mangkir dari persidangan.

Sementara, Kirana datang didampingi pengacaranya, Nendi Haryadi. Akibat keti­dakhadiran Tama, maka sidang me­diasi pun ditunda sampa 15 Juni mendatang sebelum Lebaran.

Mediasi memang bagian dari sidang perceraian tapi karena salah satu pihak tidak hadir, maka prosesnya tidak dilanjut­kan. Selain rencananya mediasi, sidang yang berlangsung pada Kamis (18/5) baru melakukan pembacaan gugatan.

Selain ketidakhadiran Tama, yang masih menjadi pertanyaan banyak orang adalah alasan Kirana menggugat cerai sang suami. Aktris yang melejit lewat sinetron Azizah tersebut tak mau membahas secara detail dan hanya bilang kalau ada permasalahan di antara mereka.

“Memang ada permasalahan ya yang menyebabkan hubun­gan ini tidak bisa diteruskan lagi. Saya tidak bisa menyang­kal bahwa saya tidak berbuat apa-apa, buktinya saya ada di sini. Saya tekankan bahwa ayah anak saya, kita masih berhubungan baik, komuni­kasi baik, tapi untuk diteruskan kita lihat saja karena sekarang saya ada di sini,” kata Kirana di Pengadilan Agama, Jakarta Selatan, Kamis (18/5).

Kirana menegaskan dia ma­sih berkomunikasi dengan Tama terutama soal anak mereka, Kyo. Pengacaranya juga mengatakan kalau di an­tara kliennya dan sang suami sering terjadi percekcokan. Saat ditanya lebih lanjut ma­salah percekcokan, Kirana enggan membahas.

“Kita juga nggak mau saling membenci. Sebenarnya sejak awal, ada percekcokan yang akhirnya berjalan terus dan memuncak akhir-akhir ini. (Cekcok) Sejak awal pernika­han,” kata Kirana.

Kirana yang mengaku su­dah pisah rumah dengan Tama selama beberapa bulan membantah adanya pihak ketiga dan kekerasan dalam rumah tangganya. Sang pen­gacara lalu menambahkan kalau permasalahan utama dari rumah tangga kliennya adalah perselisihan.

“Lebih cenderung pada perselisihan sih, kalo cek­coknya nggak terlalu sering. Tapi perselisihan sering, ada perbedaan yang menajam an­tara mereka,” pungkas Nendi.

 (kpl/feb/dit)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY