Jajaki Koalisi, Nasdem Siapkan Pendamping Ay

by -

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor mulai melakukan penjajakan ke sejumlah partai politik (parpol) untuk membangun koalisi bersama. Sabtu lalu (13/7), jajaran pengurus PPP melakukan kunjungan ke Partai NasDem dan Demokrat Kabupaten Bogor sebagai bentuk komunikasi politik. PPP membuka peluang kepada parpol lain untuk mendampingi bakal calon (balon) bupati di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2018.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Eli Yasin mengatakan, PPP terus melakukan komunikasi politik dengan pimpinan parpol di Kabupaten Bogor. Dirinya ingin mengulang kesuksesan Koalisi Ke­rahmatan yang memenangkan Pilbup Bogor 2013 di mana NasDem juga ma­suk dalam barisan koalisi tersebut.

“Saya berharap kebersamaan koalisi yang lalu tidak terputus. Meskipun saat ini ada calon lain yang maju dalam par­tai koalisi tersebut,” kata Eli di sela-sela pertemuan dengan NasDem.

Menurutnya, koalisi yang nantinya di­bangun tidak sekadar mengusung Ade Yasin (AY). Lebih dari itu, Eli ingin ber­sama-sama membangun Kabupaten Bogor berdasarkan visi-misi yang dimi­liki masing-masing partai pengusung.

“Kebersamaan ini yang nantinya men­jadi kerangka visi-misi seorang calon bupati. Kami juga siap jika harus mengik­uti tahapan penjaringan balon bupati yang disyaratkan para partai atau mitra koalisi,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Kabupaten Bogor H Albert Pribadi menga­mini dan menyambut baik pinangan koalisi PPP yang akan mengusung Ade Yasin. NasDem pun akan mendorong figur yang mumpuni untuk mendampingi AY di Pilbup 2018. “Nanti kami akan la­porkan ke DPW dan menunggu instruk­si lebih lanjut dari DPP,” ujar Albert.

Usai melakukan pertemuan dengan NasDem, PPP melanjutkan safari politiknya dengan mengunjungi markas DPC De­mokrat Kabupaten Bogor. Di sana, me­reka disambut Ketua DPC Demokrat beserta jajaran.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor M Romli mengatakan, dirinya mencoba membangun komunikasi untuk merajut kebersamaan menghadapi Pilbup Bogor 2018. Sebab, tidak ada satu pun parpol yang bisa mengusung balon sendiri se­hingga mengharuskan koalisi. Langkah ini juga diambil untuk menyukseskan pemenangan balon bupati dari PPP ber­sama parpol lain yang sepaham.

“Tentunya 2017 ini kami sudah mulai ada komunikasi dengan parpol. Kemarin dengan Hanura, tadi dengan NasDem dan Demokrat. Setelah ini kami juga akan berkomunikasi dengan partai yang lain yang tidak mengusung balon bupati. Karena kalau yang sudah memiliki balon agak sulit, kami menyadari mereka punya kebijakan masing-masing,” kata Romli saat ditemui Metropolitan di kantor DPC Demokrat Kabupaten Bogor.

Menurut Romli, koalisi yang akan di­bangun bukan didasarkan pada perebu­tan kekuasaan. Lebih dari itu, dirinya ingin semangat membangun Kabupaten Bogor terealisasi lewat koalisi yang nanti­nya akan dibangun.

Saat ditanya soal kemungkinan peru­bahan Koalisi Kerahmatan, Romli men­jawab santai. Dirinya menganggap komu­nikasi yang dibangun saat ini merupakan ikhtiar untuk mengajak parpol lain ber­jalan beriringan.

“Kami ingin merajut dengan menyama­kan persepsi terlebih dulu. Setelah itu memulainya dengan kebersamaan. Kami ingin balon bupati PPP mendapat tempat dari parpol lain. Makanya kami mulai dengan komunikasi seperti saat ini,” terangnya.

Terkait kriteria balon yang akan men­dampingi Ade Yasin, Romli mengaku harus memiliki kesamaan visi dan mam­pu mengantarkan kepada kemenangan. “Intinya kami ingin bersanding untuk menang,” tegasnya.

(fin/b/sal/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *