SHARE

METROPOLITAN – Bupati Bogor Nur­hayanti kembali melantik empat kepala desa (kades) terpilih periode 2017-2023, kemarin. Pelantikan ini dilakukan sesuai hasil Pilkades serentak gelombang I 2017 di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor. Dalam jalannya pelantikan yang dilaksanakan di Pendopo Bupati, Nurhayanti mengingatkan, sesuai aturan yang berlaku, tiga bulan setelah pelan­tikan kades harus menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RJMDesa) untuk jangka waktu enam tahun.

Ia berharap penyusunan perencanaan pembangunan ini dapat dilaksanakan partisipatif dengan melibatkan lembaga Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Muskemasyarakatan desa melalui rembangdes). “Maksimal tiga bulan setelah pelantikan, me­reka sudah menetapkan pera­turan desa. Mereka juga harus menyusun Rencana Kerja Pe­merintah Desa (RKPDes) untuk jangka waktu satu tahun yang akan ditetapkan,” katanya.­

Menurutnya, dari pengelo­laan anggaran yang dilakukan kades, setiap tahunnya akan dilakukan pengawasan sistem. Baik itu seperti penetapan, evaluasi hingga pertanggung­jawaban anggarannya. Se­hingga dalam penyelengga­raan pemerintahan desa, para kades harus menjalankan tugas dengan penuh per­hitungan, tertib administrasi dan disiplin anggaran. “Ter­penting pertanggungjawaban­nya harus komprehensif tanpa kehilangan inisiatif untuk mendayagunakan alo­kasi anggaran bagi kepen­tingan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Nurhayanti juga berharap para kades terpilih dapat me­ningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat dan men­cermati persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Seperti jika ada warga yang tak me­miliki rumah, terkena kasus gizi buruk, penyakit kronis serta mengalami kekerasan atau ketelantaran, itu harus segera ditindaklanjuti. “Paling penting terkait kemiskinan, akses pen­didikan, kesehatan serta infra­struktur tidak boleh luput dari perhatian kades,” tutupnya.

(rez/b/els/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY