News, Sport and Lifestyle

Kurang dari Sebulan, Polisi Sita 5.025 Botol Miras

METROPOLITAN – Setelah melakukan operasi selama tiga minggu terakhir, jajaran Polresta Bogor Kota menyita 5.025 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek. Tak hanya itu, polisi juga menyita sembilan derijen minuman oplosan. Miras yang disita lalu dihancurkan menggunakan alat berat di lapangan Mapolresta Bogor Kota, disaksikan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Ulung Sampurna Jaya mengatakan, ribuan miras yang disita merupakan hasil operasi gabungan yang dilakukannya selama kurang dari sebulan. Miras tersebut kebanyak didapat dari para pemuda yang sedang berkumpul disejumlah wilayah di Kota Bogor, serta razia dijalanan. “Selain sitaan dari para remaja yang mabuk-mabukan, miras ini juga disita dari sejumlah warung kelontong yang menjualnya dengam bebas,” ujar Kombes Ulung kepada Metropolitan.

Karena dijual secara bebas, menurut Ulung miras tersebut menjadi salah satu pemicu keribuatan dan kejahatan. Sehingga orang yang telah mengkonsumsinya kehilangan kesadaran dan berani melakukan hal apapun. “Jika tidak dicegah angka kejahatan akan meningkat. Dengan operasi yang telah dilakukan, angka kejahatan di Kota Bogor pun akhirnya menurun,” terangnya.

Meski telah menyita ribuan miras dari warung klontong dan masyarakat, namun Polresta Bogor Kota tidak melakukan penyitaan dari sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM). Polisi hanya menyita dari sejumlah kafe-kafe yang belum memiliki izin menjual miras. Hal itu karena menurut Ulung sejumlah THM sudah memiliki izin untuk menjual miras. “Ada juga yang dari sejumlah kafe yang belum memiliki izin menjual miras, sehingga miras yang dijual di cafe tersebut kami sita,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Yuni Purwanti menjelaskan bahwa dari pengamatannya banyak remaja di Kota Bogor yang mengkonsumsi miras. Hal tersebut bermula dari kumpul-kumpul yang akhirnya mencoba menengak minuman miras. “Maka ketika operasi kemarin kita mendapatkan banyak miras yang kita sita,” katanya.

Yuni juga tidak menampikan bahwa dari menenggak minuman miras mereka beralih ke narkoba. Hal itu karena dari efek samping minuman keras yang dianggap kurang terasa, sehingga mereka mencoba narkoba. “Biasanya seperti itu maka dari itu kita cegah dari mengkonsumsi mirasnya,” ungkapnya.

(mam/c/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *