Miras Bergambar Buah Ikut Digilas

by -4 views

METROPOLITAN – Menyambut bulan suci Ramadan, Polres Bogor memusnahkan ribuan minuman keras (miras) berbagai merek di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, kemarin. Sebanyak 15.857 botol miras, 1.039 bungkus ciu dan 12 jeriken ciu dimusnahkan dengan menggunakan alat berat.

Pemusnahan ribuan miras yang dilakukan usai melakukan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2017 itu menarik perhatian Bupati Bogor Nurhayanti. Miras yang dikemas dalam bentuk minuman gelas dan bergambar buah itu tak luput dari pandangan orang nomor satu di Kabupaten Bogor. “Itu sangat luar biasa ya ada miras yang berlabel kemasan. Apalagi gambarnya buah-buah gitu, sehingga disangka orang bukan miras,” cetus Nurhayanti.

Dengan dasar itu, perempuan berhijab ini berharap Polres Bogor dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bogor dapat terus bersinergi melaksanakan berbagai internal dan eksternal terhadap kemungkinan adanya tindak penyalahgunaan dan peredaupaya deteksi dini, pengawasan ran gelap Narkoba hingga miras. “Kami berharap pelaku­nya segera ditangkap bersama barang buktinya,” harapnya.­

Menurut Nurhayanti, pemus­nahan ini juga sebagai pe­ringatan kepada semua pihak bahwa Muspida tidak akan pernah menyerah melawan upaya-upaya yang bertujuan menghancurkan masyarakat melalui narkotika hingga miras. “Ini sebagai peringatan bagi pihak yang ingin menghancur­kan generasi bangsa,” tekannya.

Ia juga mengaku terus ber­koordinasi dengan aparat ke­polisian terkait dengan para penjual miras tersebut. Se­hingga, biarkan proses ini dit­indaklanjuti Polres Bogor be­serta jajarannya. “Mereka (penjual miras, red) kan sudah tercatat di aparat kepolisian. Biarkan diproses dulu, karena itu kan berbagai macam merek,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, miras yang dimusnahkan mer­upakan hasil operasi gabung­an dari aparat kepolisian, Koramil, Kodim hingga Satpol PP Kabupaten Bogor selama dua pekan. Pemusnahan ter­hadap 15 ribu lebih miras ber­bagai macam merek dan pe­tasan ini dilakukan guna me­nyambut bulan suci Ramadan. “Untuk petasan sengaja tidak kita musnahkan di sini, karena berbahaya, sehingga kita akan hancurkan di kubangan air nanti,” kata Dicky.

Menurutnya, memang Ka­bupaten Bogor ini seharusnya bebas dari peredaran miras. Namun, fakta di lapangan masih ada yang menjual dengan cara mencolong-colong menjual minuman murah atau golongan bawah. Bahkan, sekarang kemasannya ada yang sudah bermodel gelas. Maka, inilah yang men­jadi target pihaknya supaya masyarakat dapat khusyuk dalam menjalankan bulan suci Ramadan.

“Biasanya ada kerawanan tersendiri kalau memasuki Ra­madan seperti malam habis buka puasa sampai menjelang Subuh. Biasanya banyak yang nongkrong di jalan sambil ada mirasnya dan bisa menyebab­kan tawuran atau gangguan kamtibmas lainnya. Makanya inilah yang menjadi target kita (peredaran miras),” ucapnya.

Untuk penjual miras akan dikenakan sanksi sesuai pera­turan daerah. Polisi, kata dia, hanya bersifat preventif ke­pada para penjualnya. “Kita lebih melakukan pembinaan dan penyuluhan,” tuturnya. Namun demikian, diyakinkan dia, pihaknya juga tengah mela­kukan proses pemeriksaan terhadap penemuan sebanyak 400 botol miras berlabel atau impor di Kabupaten Bogor. Proses ini diberikan terhadap pemilik gudang dengan Un­dang-Undang terkait Perda­gangan. “Mungkin ada tersang­kanya juga namun ini masih proses pemeriksaan. Kami sedang proses saksi ahli ter­kait izin edar termasuk cukainya, baru setelah itu kita akan ten­tukan apakah ada tersangkanya,” tutupnya.

(rez/b/els/dit)