Paslon Harus Daftarkan Medsos untuk Kampanye

by -

METROPOLITAN – Pasangan calon (paslon) yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 harus melaporkan akun media sosial (medsos) yang digunakan untuk sosialisasi dan kampanye saat pelaksanaan kampanye nanti. Hal itu dilakukan menghindari maraknya kampanye hitam yang biasa terjadi jelang pemilihan.

Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti mengatakan, aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 tahun 2015 Tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Nanti itu medsos yg digunakan untuk sosialisasi dan kampanye harus dilaporkan. Khawatir ada kampanye hitam. Kalau media sosialnya sudah terdaftar artinya jika ada kampanye di luar media itu di luar tanggung jawab paslon atau tim sukses (timses),” kata Haryanto kepada Metropolitan, belum lama ini.

Biasanya, paslon hanya bisa mendaftarkan dua akun medsos untuk berkampanye secara resmi. Paslon wajib mendaftarkan akun resmi di medsos kepada KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota sesuai tingkatannya paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan Kampanye.

Nantinya paslon atau timses wajib menutup akun resmi di medsos paling lambat satu hari setelah masa kampanye berakhir. Ini berdasarkan PKPU 2015, untuk yang terbaru kami masih menunggu PKPU baru dan kemungkinan tidak banyak yang berubah,” terangnya.

(fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *