News, Sport and Lifestyle

Sentul City Ogah Restui Pelebaran Jalan

METROPOLITAN – Hubungan PT Sentul City dengan warga Kampung Pasiripis, RT 01 dan 04/ 01, Desa Bojongkoneng, Keca­matan Babakanmadang, tengah memanas. Adanya dugaan pelarangan melebarkan jalan dari pihak Sentul jadi pemicu warga berencana melakukan aksi damai atau unjuk rasa ke PT Sentul City, kemarin.

Informasi yang dihimpun, jalan yang dengan Kampung Pasiripis ini memiliki kontur jalan selebar 2,5 meter persegi. Merasa termenghubungkan Sentul City lalu sempit, warga yang menda­patkan bantuan dari donatur akhirnya berencana melebarkan jalan itu menjadi lima hingga enam meter persegi. Pelebaran jalan sudah dimulai sejak Ja­nuari tahun ini.­

Pada saat pelebaran jalan mulai dilakukan dan beberapa alat berat mulai memasuki ka­wasan Sentul City yang men­ghubungkan ke Kampung Pasiripis, pihak Sentul merasa keberatan lantaran jalan yang akan dilebarkan merupakan lahan milik PT Sentul City dan warga tidak ada komunikasi kepada Sentul untuk melebar­kan jalan tersebut. Sehingga, PT Sentul City memasang por­tal dengan ketinggian tiga meter dan lebar 2,5 meter dengan tujuan agar alat berat tidak bisa masuk ke kawasan tersebut.

Wakil Ketua RT 04 Muhamad Mahmud mengatakan, ren­cana aksi damai ini dilakukan agar PT Sentul City dapat me­lepas pemasangan portal se­suai surat permohonan yang sudah dibuat Kepala Desa (Kades) Bojongkoneng ke pihak Sentul. “Surat tidak ditanggapi makanya warga berencana melakukan orasi. Tetapi aksi tidak jadi karena pihak Sentul melakukan mediasi,” kata Mah­mud.

Tak hanya pencabutan portal, warga juga meminta PT Sentul City dapat mengizinkan pele­baran jalan yang akan dilakukan warga. Sebab, selama ini tidak ada jalan alternatif lain yang bisa mengakses untuk ken­daraan roda empat ke atas. “Sebenarnya jalan ini sudah sejak dulu enam meter lebarnya, tetapi sekarang cuma 2,4 me­ter. Saksi bisunya jembatan, tinggal cocokin saja dengan lebar jembatan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Corpo­rate Communication PT Sentul City Edo Marbun merasa heran dengan tuntutan agar jalan dapat dilebarkan. Karena sejak 2012 silam, warga tidak pernah mengeluhkan lebar jalan yang menghubungkan Sentul ke Kampung Pasiripis. “Dibuka untuk apa? Digedein untuk apa? Dulu itu tidak ada yang protes, kok sekarang ada yang protes. Berarti ada yang memanfaatkan,” kata Edo.

Menurutnya, bukan tanpa alasan pihaknya melakukan pemasangan portal ini. Pema­sangan portal dilakukan agar kendaraan berat tidak bisa memasuki kawasan itu. Karena ketika jalan itu rusak, siapa yang akan memperbaikinya? “Ja­nuari tiba-tiba ada alat berat masuk sehingga kita minta berhenti. Kita juga sudah la­porkan ke Polres Bogor ter­kait pembangunan tanpa izin,” imbuh dia.

Namun demikian, sambung dia, pihaknya tetap memberi­kan kontribusi untuk masyara­kat Kampung Pasiripis. Ken­daraan roda empat atau pri­badi tetap bisa menggunakan jalur tersebut. “Jadi kendalanya di mana? Lahan itu milik kita, nomor suratnya SHGB 2241 dan SHGB 1245 atas nama PT Bukit Sentul,” tutupnya.

 (rez/b/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *