SHARE

METROPOLITAN – Kondisi bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Aulad di Kampung Pintuair, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, memprihatinkan. Puluhan tahun tak tersentuh perbaikan, mengakibatkan bangunan itu rusak parah dan tidak layak untuk belajar mengajar. Plafon dan dindingnya sudah lapuk term­akan usia sehingga jebol dan bolong. Bahkan saat hujan, para siswa terpaksa harus menghindar dari tetesan air hujan agar buku sekolahnya tidak basah. Namun jika hujannya sangat lebat, proses belajar mengajar pun diliburkan.

Selain itu, akibat kurangnya ruang kelas, para siswa di kelas terpaksa harus ber­bagi sekat dengan kelas lain. ”Madrasah ini berdiri sejak 1967 dan belum pernah mendapatkan bantuan atau uluran tangan dari para dermawan untuk perbaikan se­kolah ini. Sehingga, nasib kondisi bangu­nan sekolah ini sangat memprihatinkan,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) MDTA Nurul Aulad Mahmud Z kepada Metropolitan, Minggu (16/7).

Ia mengungkapkan, sekolah tersebut sudah puluhan tahun tidak direhab. Ba­hkan, pihak sekolah sudah pernah mengaju­kan rehabilitasi ke pihak pemerintah melalui Kemenag Kabupaten Sukabumi namun hingga kini belum ada realisasinya. ”Kami harap pemerintah segera mem­bantu melakukan perbaikan bangunan MDTA Nurul Aulad yang terkendala dana. Anak-anak di desa ini rata-rata berseko­lah di sini, jadi keberadaan MDTA ini sangat penting. Jangan sampai bangunan madrasah ini terus dalam kondisi mem­prihatinkan,” ujarnya.

(sop/hep/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY