CEMBURU, SEKDES MINTA GAJI KE-13

by -

METROPOLITAN – Gaji ke-13 yang digelontorkan pemerintah kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun instansi lainnya setiap tahun, khususnya jelang Hari Raya Idul Fitri, ternyata mengundang kecemburuan sosial bagi pegawai pemerin­tahan di tingkat desa. Mereka berharap memperoleh gaji tambahan tersebut.

“Kenapa gaji ke-13 dan ke-14 yang dikucurkan pemerintah hanya bagi PNS saja, kenapa tidak sampai ke pegawai seperti kami ini yang ada di desa?” keluh Sekretaris Desa (Sekdes) Cisarua, Kecamatan Nagrak, Yan Victor, kepada Metropolitan.

Menurut Victor, kondisi ter­sebut menimbulkan kecem­buruan akibat tidak mendapat hak yang sama. Padahal, pendapatan pegawai pemerin­tahan di tingkat desa sangat minim, bahkan di bawah Upah Minimum Re­gional (UMR).

“Kenapa mereka dapat, tapi kami tidak? Apakah memang kami ini tidak layak mendapatkannya? Bahkan kalau mau buka-bukaan mengenai pendapatan, gaji kami di bawah UMR,” herannya.

Victor membeberkan, perhatian pe­merintah kepada perangkat desa dan para staf masih sangat minim. Mereka hanya mengandalkan perhatian ke­pala desa. Menurutnya, seharusnya pemerintah memberikan hal sama se­bagaimana yang didapat para PNS.

“Padahal kesibukan kami di desa itu cukup banyak, apalagi jelang Lebaran. Bisa lebih sibuk kami dari para PNS. Ba­hkan kalau hari libur juga terkadang kami tidak bisa libur karena kami ber­hubungan langsung dengan masyarakat,” terang Victor.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah serius memperhatikan pegawai pemerin­tah desa. Sebab, Victor merasa mereka memiliki tugas yang sama sebagai abdi masyarakat.

“Kalau untuk kami mungkin bukan gaji ke-13 atau ke-14, tetapi tunjangan ke-13 atau entah apa namanya. Kami berharap ini ditanggapi serius pemerin­tah,” pungkasnya.

(fin/hep/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *