SHARE

METROPOLITAN – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi dianggap minim sosialisasi dan terkesan terburu-buru. Alhasil, PPDB sis­tem zonasi menuai banyak masalah. Salah satunya banyak siswa yang daftar ke sekolah negeri namun tidak lolos, walaupun nilai mereka mencukup lanta­ran sistem zonasi.

Dirjen Kemendikbud Daryanto mem­bantah kebijakan sistem zonasi terburu-buru. Sosialisasi sudah dilakukan sejak awal tahun ini. “Kami sudah sosialisasikan awal tahun dan Dinas Pendidikan (Disdik) wajib menyosialisasikan ke sekolah se­tempat,” ujar Daryanto seperti dilansir MetroTV.com.

Menurut dia, kemendikbud selalu men­gomunikasikan kebijakan ini kepada disdik. Namun, dia tidak menyangkal PPDB sistem zonasi belum berjalan sem­purna. “Ada yang tidak sempurna ka­rena masih dalam transisi,” terangnya.

PPDB sistem zonasi, lanjut dia, bertu­juan mengatasi kesenjangan antara se­kolah favorit dengan sekolah tidak favo­rit. Mendikbud Muhadjir Effendy yakin sistem zonasi bisa mewujudkan peme­rataan pendidikan yang berkualitas. ”Ekstremnya atau sederhananya kita tak ingin ada sekolah favorit dan tidak favo­rit. Semua sekolah harus jadi sekolah favorit,” katanya.

Dengan sistem zonasi, lanjut Muhad­jir, maka yang dipakai bukan lagi lo­kasi sekolah atas dasar pemerintahan. Namun seberapa jauh tempat tinggal siswa dengan sekolah dan dalam satu zonasi bisa lebih dari satu wilayah. ”Se­kolah di pinggiran kota Jakarta yang dekat Bekasi bisa saja tampung siswa Bekasi,” katanya.

(met/mam/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY