SHARE

METROPOLITAN – Ribuan warga Kota Bogor tumpah ruah di Jalan Sudirman, Kota Bogor, kemarin. Mereka rela berdesak-desakan hanya untuk melihat perhelatan Pawai Budaya Hari Jadi Bogor (HJB). Aca­ra ini rupanya berpengaruh pada pening­katan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lan­taran penuhnya hotel-hotel yang ada di Kota Hujan. Hal ini pun dibenarkan Ke­pala Dinas Kebudayaan, Pari­wisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparkraf) Kota Bogor Shahlan Rasyidi.

Menurut dia, sejumlah hotel dipenuhi turis lokal. Mereka kebanyakan datang hanya un­tuk menyaksikan Pawai Budaya yang dihelat satu tahun se­kali ini. “Dari H-1 acara HJB ini hotel sudah banyak yang boo­king, terutama hotel di sekitar Kebun Raya Bogor,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.

Sektor pariwisata di Kota Bogor, kata dia, selalu meny­umbang PAD yang cukup besar setiap tahunnya. Terle­bih dengan banyaknya objek wisata, maka kunjungan wi­satawan akan semakin me­ningkat. Kontribusi pariwi­sata ke PAD juga naik dari Rp118 miliar pada 2015 men­jadi Rp204 miliar pada 2016. Itu terjadi seiring dengan peningkatan jumlah kun­jungan wisatawan dari tahun ke tahun. ”Pada 2016 jumlah pengunjung wisata menembus 5.262.233 juta, didominasi wisatawan domestik,” terang­nya.

Untuk 2017, lanjut dia, pem­kot menargetkan PAD dari pariwisata meningkat menjadi Rp712 miliar. Begitu juga dengan kunjungan wisatawan ditarget­kan meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, kegiatan HJB tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena tidak ada tamu undangan dari luar Kota Bogor yang hadir. Se­perti tahun sebelumnya ada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau Bupati Purwakar­ta yang sempat datang Dedi Mulyadi. Hanya saja, jumlah pengunjung HJB tahun ini lebih banyak lantaran berlo­kasi di Jalan Sudirman. “Me­mang Pak Ridwan Kamil dan Kang Dedi tidak bisa hadir dan hanya mengirimkan se­jumlah SKPD untuk tampil dalam helaran HJB,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Dalam HJB kali ini, sejumlah pawai datang dari sejumlah daerah di Kota Bogor, seperti Purwakarta, Karawang dan lain­nya. Selain itu, Bima Arya juga meminta maaf dan mengakui pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kurang baik, sehingga menimbulkan kemacetan di jalanan tengah Kota Bogor. ”Pesan yang ingin disampaikan dari rangkaian HJB itu membang­gakan, mempersatukan dan menyejahterakan,” katanya.

(mam/b/els/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY