SHARE

METROPOLITAN – Rencana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor membuat Peraturan Dae­rah (Perda) terkait Perlindungan Sumber Air di wilayah Bumi Tegar Beriman nampaknya akan berjalan mulus. Dewan Perwakilan Ra­kyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dika­barkan bakal menyetujui usulan tersebut.

Seperti yang disampaikan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor M Rizky. Menurutnya, memang sudah seharusnya sumber air di Ka­bupaten Bogor dilindungi legal hukum yang jelas. Sebab, khawatir sumber air yang ada lagi dapat berdampak terhadap pencemaran. “Sangat setuju, hal ini sangat positif,” kata Rizky.saat ini dibeli swasta dan belum

Meski demikian, Rizky mem­pertanyakan apakah terkait usulan ini PDAM Tirta Kahuri­pan sudah membuat kajian secara mendalam yang bisa disampaikan kepada dewan. Sebab jika baru sekadar wa­cana kemungkinan usulan ini belum bisa dibahas tahun ini. “Sudah siap atau belum. Kalau belum nggak mungkin bisa dibahas tahun ini, belum lagi yang ngantri usulan Perda itu masih banyak,” ucap politisi Gerindra itu.

Rizky menjelaskan, memang jika aturan ini dibuat dan diber­lakukan dapat membuat gesekan dengan pihak swasta. Namun, PDAM tetap harus menang, dalam artian memiliki seluruh sumber air yang ada di Kabu­paten Bogor. Karena, sesuai dengan visi dan misi PDAM, mereka harus bisa memenuhi kebutuhan hajat orang banyak, khususnya warga Kabupaten Bogor. “Kalau bersinggungan memang pasti ada, namun kan PDAM harus didukung karena beda niatnya dengan swasta. PDAM itu sosial dan profit, se­dangkan swasta 100 persen hanya mencari profit. Makanya harus menang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perundang-Undangan Setda Kabupaten Bogor Ade Jaya Munadi menjelaskan, sampai saat ini usulan pembentukan Perda Perlindungan Sumber Air belum masuk.Kalaupun akan diusulkan, kemungkinan bisa diusulkan ke DPRD pada Perubahan APBD 2017 nanti. “Paling cepeat diu­sulkan ke dewan perubahan anggaran, itu pun kalau sudah ada kesiapan materinya,” tutup­nya.

(rez/b/els/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY