Polisi Belajar Silat Di Pesantren

by -

Antisipasi sasaran aksi teror kepada petugas kepolisian, sejumlah anggota Polres Sukabumi Kota masuk pesantren dan belajar pencak silat. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Alfath, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

BUKAN hanya fisik, para polisi ini berlatih ketahanan mental, kesabaran, tenaga dalam dan mengasah ketajaman mata batin. Mereka bakal digembleng ilmu beladiri dari Perguruan Silat Maung Bodas. ”Membuka mata batin mempertajam intuisi melalui mengaji dan olah pernapasan, doa dan laku yang terus dilakoni setiap hari,” kata DR KH Fajar Laksana, selaku pemimpin dan pengelola Ponpes Alfath kepada wartawan, kemarin.

Menurut Fajar, beladiri Polri yang ada saat ini lebih mengutamakan fisik, berbeda dengan pencak silat yang lebih menekankan kepada keluwesan. ”Pencak silat ialah warisan tradisional kebanggaan bangsa. Ini juga pesan Bapak Kapolda Jabar saat mengunjungi ponpes ini beberapa waktu lalu. Beliau berharap agar polisi juga memiliki keahlian silat,” tuturnya.

Fajar menjelaskan, anggota Polri paling rentan terhadap serangan pelaku kejahatan. Beberapa kali kejadian melibatkan polisi sebagai korban, termasuk insiden penikaman terhadap dua anggota Brimob di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri, Jakarta, belum lama ini.

”Polisi tidak hanya menjaga masyarakat tapi juga harus mampu menjaga dirinya sendiri. Melalui asah batin yang dipertajam melalui jurus pencak silat dan olah napas, Insya Allah intuisi akan menjadi lebih tajam ketika akan berhadapan dengan kejadian teror atau aksi kejahatan,” ucap Fajar.

Dihubungi terpisah, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur menyebut kemampuan beladiri silat memiliki ciri khas sebagai warisan tradisi dan kebanggaan bangsa. Rustam yang dikenal getol keluar masuk pesantren ini mengaku jatuh hati dengan Perguruan Silat Maung Bodas di Ponpes Alfath. ”Jurus yang melumpuhkan dibarengi dengan belajar Alquran dan mengikuti jalur sunah itu yang jadi nilai lebihnya. Kegiatan ini juga satu jalur dengan program polisi santri. Anggota digodok kemampuan menghadapi aksi kejahatan, penganiayaan dan teror yang kerap datang tidak diduga,” ujar Rustam.

Pelatihan silat akan dilakukan tiga bulan. Rustam mengatakan, pada 10 Juli nanti, sepuluh personel yang sudah digembleng siap memamerkan kepiawaian jurus silat di acara HUT Bhayangkara. (bbn/de/ram/ run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *