SHARE

METROPOLITAN – Setelah be­berapa waktu melantik sejumlah pejabat eselon III, Wali Kota Bogor Bima Arya kembali merombak struktural sejumlah pejabat eselon IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dari daftar pejabat yang dilantik, ada 20 lurah yang diganti. Adanya rotasi mutasi di lingkungan Pemkot Bogor meru­pakan aspirasi dan harapan pri­badi maupun kedinasan. Sebab, selama ini banyak Pegawai Ne­geri Sipil (PNS) yang sudah lama

 tidak dimutasi dan rotasi. “Ba­dan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) me­mastikan bahwa proses itu rotasi dan mutasi itu berjalan. Dan kepegawaian memastikan bahwa segala sesuatu sesuai dengan aturan, kepangangkat, jabatan, golongan kepatutan dan kelayakan,” ujar kepada Metropolitan.

Dengan adanya rotasi mu­tasi tersebut, orang nomor satu di Kota Bogor ini berharap agar kinerja para PNS di Kota Bogor lebih meningkat dengan posisi dan jabatan yang baru­nya. Khususnya bagi aparatur yang ada diwilayah, seperti kelurahan-kelurahan yang ber­sentuhan langsung dengan masyarakat. “Ada dua hal yang saya inginkan dari rotasi dan mutasi ini, yaitu pelayanan wa­jib terhadap warga harus lebih ditingkatkan dan saya juga meminta khusus soal infrastruk­tur, penanganan bencana, RTLH, permohonan fisik untuk diawasi dan di prioritaskan,” terangnya.

Dari 20 orang lurah yang di­lantik, diantaranya, Lurah Ci­lendek Timur Oom Komariah, Lurah Ciparigi Agus Ateng Much Subur, Lurah Gunungbatu Su­pyawan, Lurah Kedungbadak Sutasmiatun, Lurah Loji Suka­ryawan serta beberapa lurah lain (selengkapnya lihat grafis). Dalam pelantikan tersebut, Bima juga melantil tiga orang eselon III B, 102 orang eselon IV A, dan 79 orang eselon IV B. Dan pelantikan tersebut se­kaligus untuk mengembangkan karir seluruh para PNS. “Ini sudah biasa disetiap pemerin­tahan, bukan hal yang aneh adanya rotasi mutasi ini,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Peng­embangan Sumber Daya Apa­ratur (BKPSDA) Kota Bogor, Fetty Qondarsyah menjelaskan, pelantikan tersebut untuk mengisi kekosongan eselon IV saja yang kurang lebih 40 orang pejabat yang promosi dan to­tal yang dilantik 187 orang. “Jumlah 40 itu dikarena ba­nyak yang pensiun dan mening­gal dari periode 1 Januari sam­pai 1 Agustus 2017, karena sejak Desember 2016 tidak ada pelantikan juga,” paparnya.

Pengisian kekosongan jaba­tan kebanyakan eselon IVa dan IVb ada di dinas ataupun wi­layah. Selain itu ada juga jaba­tan untuk di RSUD Kota Bogor. “Selain untuk penyegaran, ini untuk memgoptimalkan pe­layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

(mg2/mam/b/els)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY