SHARE

KERIBUTAN terjadi di kantor Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Dua pucuk pimpinan kecamatan terlibat adu mulut hingga berujung aksi jotos. Camat Tamansari Ahmad Sofyan tiba-tiba mendatangi ruangan Sekcam Ridwan yang tengah mengumpulkan sejumlah staf, Jumat (11/8) pagi. Rupanya, sang camat merasa dilangkahi hingga keduanya terlibat cekcok. Kemarahan camat pun semakin menjadi begitu mendengar Ridwan melontarkan perkataan yang menyulut emosinya, “Sia kehabisan amunisi?”.

TAK terima dengan per­kataan itu, pukulan pun me­layang ke wajah Ridwan. Kepada Metropolitan, lelaki yang akrab disapa Sofyan mengaku tak tahan dengan tingkah anak buahnya yang dianggap menyalahi we­wenang. Termasuk mengge­lar rapat tanpa berkoordinasi. Bahkan di depan para staf­nya, Ridwan justru menge­luarkan kata-kata tak pantas.

“Terus terang saya emosi karena dia memancing saya dengan perkataan ‘Sia ke­habisan amunisi?’ dan ‘takut nih?’. Saya tidak tahan den­gan sikap bawahan yang seperti anak kecil itu,” cetus Sofyan.

Mantan Camat Klapanung­gal ini pun akhirnya blak-blakan soal hubungannya dengan Ridwan. Rupanya sudah setahun ini ia selalu berselisih. Bahkan, Sofyan menyebut bahwa Ridwan telah melakukan dugaan pemalsuan dan menyalahi wewenang atas jabatannya.

Beberapa kasus yang dibe­berkan versi Sofyan, di an­taranya dugaan pemalsuan tanda tangan bendahara ke­camatan untuk kepentingan pribadi, memberi izin tanah pemda untuk tempat wisata Kampung Salaka Tamansari serta mangkir 40 kali dari apel tanpa keterangan.

“Justru dia sudah melang­kahi kewenangannya. Dia palsukan tanda tangan ben­dahara untuk pengajuan kredit bank. Untuk kepentin­gan dia pribadi,” ungkapnya.

Puncaknya, kemarin ia ma­kin kesal melihat Ridwan mengumpulkan seluruh staf di ruangan tanpa adanya koordinasi. Sebagai pucuk pimpinan, ia merasa tidak dianggap. Hingga percekco­kan keduanya berujung pada aksi jotos dan kini masuk ke meja polisi.

Pasca insiden itu, Sekcam Ridwan melaporkan perbua­tan Sofyan ke Polres Bogor. Ridwan mengaku tak terima dengan perbuatan atasan­nya yang memukul hingga bagian wajah dan bibirnya berdarah. Bahkan, ia telah menggandeng kuasa hukum untuk membawa kasus ini ke ranah pidana. “Saya sedang briefing dengan staf, tiba-tiba saya dimaki dan saya dipukul di bagian bibir empat kali,” ujar Ridwan.

Bahkan, ia menyebut bahwa atasannya sengaja melarang dirinya melakukan briefing staf karena diduga atas kasus yang ditutupi terkait peng­gunaan dana desa di Desa Tamansari. “Ini kan program pemerintah, saya mimpin rapat karena sebelumnya saya dilarang camat melaku­kan evaluasi kinerja pembi­naan ini dan dilarang tidak boleh memimpin staf. Ini kan penting, ada hal urgent yang belum terselesaikan,” ungkapnya.

Kuasa Hukum Ridwan, Ang­gi Triana Ismail, mengaku akan memperkarakan kasus dugaan penganiayaan ini. Menurut Anggi, tindakan hukum yang dilakukan camat ini jelas merupakan kejahat­an yang telah diatur dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 2,8 tahun penjara.

“Penegakan hukum ha­rus ditancapkan setegak-tegaknya supaya kelak para aparatur sipil negara yang memiliki jubah pengayom masyarakat ini mampu menghormati supremasi hukum dan menyadari diri sebagai pejabat publik se­bagai figur mulia,” tandas Anggi Triana.

Sementara Camat Taman­sari Sofyan membantah dise­but telah menganiaya Rid­wan. Sebab, aksi jotos yang terjadi juga dipicu perilaku Ridwan yang menyulut ke­marahan. “Sekali lagi saya tekankan, ini bukan penga­niayaan. Kejadian itu jadi puncak kemarahan saya. Karena selama setahun ini terus saja berperilaku seena­knya dan tidak menghargai saya sebagai atasan,” tegas Sofyan.

Sementara itu, ditanya ten­tang aski jotos ini, Bupati Bogor Nurhayanti mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Sehingga, ia be­lum bisa berkomentar lebih mengenai kejadian tersebut. “Saya belum dapat laporan, nanti pasti ada prosesnya,” singkat Nurhayanti.

Hal senada diungkapkan In­spektorat Kabupaten Bogor Benny Delyuzar. Pihaknya masih menunggu kejela­san proses ini, kemudian pemerintah bisa melakukan langkah atau mengambil keputusan terhadap yang bersangkutan. “Kita lihat dulu prosesnya, nanti baru ada langkah selanjutnya,” kata mantan Asisten Per­ekonomian Setda Kabupaten Bogor ini.

Sekadar informasi, aksi adu jotos ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, Camat Tamansari Ahmad Sofyan juga pernah terlibat cekcok den­gan paguyuban kepala desa hingga nyaris baku hantam.

(ash/srl/rez/ryn/c/feb/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY