SHARE

Kondisi ekonomi pasangan suami istri, Armat (90) dengan Imas (50), warga Kampung Pangsor Jembatan Dua, RT 02/24, Kelurahan/ Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, sangat memprihatinkan. Di usia senjanya, mereka masih harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

ARMAT dan Imas seharusnya bisa beris­tirahat, mengingat saat ini usia keduanya sudah senja. Namun karena terbelenggu kemiskinan, memaksa mereka tetap men­cari nafkah.

Ketika wartawan mengunjungi rumahnya, Imas (50) menceritakan, karena usia suami yang semakin tua, mendorong dirinya be­kerja agar tetap dapat membiayai kebutu­han keluarga. Kondisi suaminya sekarang sudah sering sakit-sakitan. “Kalau sehat, bapak suka betulin payung dan sepatu. Namun kondisinya sekarang sakit-sakitan dan harus beristirahat. Untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup, jadi sekarang saya yang berusaha,” ujar Imas.

Imas mengaku untuk mendapatkan uang dirinya rela menjadi tukang cuci pakaian. Meski upah yang diterima tergolong sedi­kit, wanita berkulit layu itu tetap menyu­kurinya karena bisa untuk menyambung hidup sehari-hari. “Di usia begini, saya ha­nya bisa menjadi tukang nyuci pakaian. Kalau ada, saya bisa dapat Rp30 ribu per hari. Tetangga sekitar juga sering mem­bantu kami,” terangnya.

Kondisi ekonomi yang tidak berkecukupan, membuat Imas dan keluarganya tinggal di rumah yang tak layak dihuni. Rumah beru­kuran 5 X 5 meter ini sudah banyak yang rusak, terutama dinding dan atapnya. “Jang­ankan buat memperbaiki rumah, buat ma­kan dan biayai anak sekolah saja masih kurang. Kami masih punya anak perem­puan yang masih kelas tiga SD. Kami tidak mau dia sampai putus sekolah seperti yang besar. Makanya meskipun usia kami sudah tua, tapi kami masih tetap berusaha untuk menutupi kebutuhan sekolah anak,” jelas­nya haru.

Keadaan keluarga Armat ini membuat Yudi Panca Yoga tergerak hatinya. Ia menga­ku cukup prihatin atas kondisi ekonomi yang dialami keluarga Armat. Dirinya atas pemberian donatur yang ada di Lampung, ingin mendorong agar bisa memiliki usaha untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari. “Saya ada titipan dari donatur Rp1,5 juta, semoga ini bisa digunakan untuk buka usaha, sehingga nanti tidak lagi harus bekerja jadi kuli cuci untuk memenuhi ke­butuhan keluarga,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Sukabumi Gelora Siswaty mengatakan, pihaknya sudah mene­mui keluarga Armat di rumahnya. Ia berjanji akan membantu keluarga tersebut dengan difokuskan pada pemberdayaan, khususnya memberikan pelatihan keterampilan bagi anak sulung Imas. “Kita tadi mengunjungi langsung ke rumahnya, Insya Allah dari dinsos akan mendorong untuk pemberdayaan lewat pelatihan selama sepuluh bulan. Pelatihannya nanti apakah mau bengkel, menjahit atau apa yang diinginkan anaknya,” pungkasnya.

(rs/ ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY