SHARE

METROPOLITAN – Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi membeberkan hasil autopsi jasad SR (8), siswa kelas dua SD Negeri Longkewang Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Suka­bumi, di Mapolsek Cibadak, Kamis (10/8). “Dari hasil autopsi dokter forensik dite­mukan luka lecet di bagian pelipis kiri korban akibat benturan benda tumpul, tapi itu bukan menjadi penyebab kema­tian korban. Namun di bagian kepala di­duga ada semacam pengerasan pembu­luh otak atau aneurisma otak,” terangnya kepada wartawan.

Syahduddi menegaskan, pengungkapan kasus ini perlu dilakukan sinkronisasi dan pendalaman petunjuk antara keterangan ahli forensik dengan fakta-fakta yang di­temukan di tempat kejadian perkara. “Soal perkelahian antara korban dengan anak tersebut memang ada. Kami men­duga peristiwa ini diawali konflik perteng­karan,” jelasnya.

Untuk pengungkapan kasus ini, pihaknya masih mengorek keterangan lebih lanjut dari anak yang berkonflik dengan korban, termasuk anak lainnya sebagai saksi. Namun, kata Syahduddi, dalam penanganan kasus itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Di mana peradilan pidana anak ini da­lam penyelesaian perkaranya wajib didiversi atau upaya pengalihan penyelesaian terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

“Kita akan upayakan proses diversi dengan merangkul semua pihak, baik keluarga korban, keluarga orang tua anak yang konflik maupun melibatkan lembaga atau­pun organisasi yang berkompeten,” ka­tanya.

(dik/hep/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY